Forum Aliansi Masayarakat Cianjur Minta Kenaikan UMK Tetap di 8 Persen

Forum Aliansi Masayarakat Cianjur

RADARCIANJUR.com – Forum Aliansi Masayarakat Cianjur sesalkan sikap Pjs Bupati Cianjur yang menganulir kenaikan UMK Cianjur sebesar delapan persen.

Ketua Aliansi Maayarakat Cianjur, Aryadi S Pratama, pengurus forum aliansi masyarakat Cianjur menyurati kepada PJS Bupati Cianjur tepatnya di tanggal 3 Desember 2020, namun tanggapan dari PJS Bupati Cianjur sampai saat ini belum ada respon

“Kami ingin audiensi tentang kenaikan yang dianulir oleh beliau kami minta penjelasan atas dasar apa PJS Bupati ini menganulir kenaikan upah buruh dari angka delapan persen yang disepakati ataupun disetujui oleh PLT Bupati Herman Suherman,” kata Aryadi Jumat (4/12/202).

Aryadi mengatakan, terkait penganuluran kenaikan UMK, buruh melakukan aksi unjuk rasa, melakukan desakan kepada PJS Bupati Cianjur, dan setelah ada desakan beliau langsung mengambil sikap melakukan revisi dua kali revisi dengan menyetujui kenaikan UMK 6,51 persen.

“Kami menginginkan kenaikan UMK Cianjur delapan persen, sesuai yang disepakati dari awal,” ujarnya

Pembina Forum Aliansi Masyarakat Cianjur Jamal mengatakan, Forum Aliansi Masyarajat Cianjur tergerak untuk membantu buruh, karena melihat ini ada satu pertanyaan besar bagi kita.

“Tidak tau ini ada faktor kesengajaan tapi ini bagi kami ada pertanyaan besar bagaimana bisa Plt Bupati Cianjur Herman Suherman sudah menaikkan UMK delapan persen dan tiba-tiba Pjs Bupati Cianjur merevisi kenaikan UMK,” katanya.

Jamal memgatakan sebelum ada aksi unjuk rasa pjs Bupati Cianjur merevisi kenaikan UMK dari delapan persen menjadi nol persen.

“Setelah ada desakan dari buruh kembali ada revisi, mejadi 6,51 persen, kami ingin kenaikan UMK Cianjur tetap di delapan persen,” katanya

Pembina Forum Aliansi Masayarakat Cianjur Dedi Toser menambahkan selaku masyarakat Cianjur pihaknya pihaknya merasa tersinggung dengan keputusan PJS Bupati Cianjur

“Selaku warga di Kabupaten Cianjur, buruh itu ada anak saya ada anak kawan-kawan saya ada saudara saya, selaku masyarakat kita tersinggung dengan keputusan PJS Bupati,” katanya

Pjs Bupati Cianjur Dudi Sudrajat, pernah mengatakan tidak naiknya UMK Cianjur 2021 didasarkan pada berbagai pertimbangan. Diantaranya ialah kondisi ekonomi nasional dan kemampuan perusahaan di Cianjur.

“Kami upayakan agar perusahaan bisa tetap bertahan di tengah pandemi, sehingga buruh masih bisa bekerja. Bahkan kalau bisa ada serapan tenaga kerja” katanya. (dil)