Robert Berharap Persib Bisa Wakili Indonesia di Kompetisi Antar Klub Asia

Pelatih Persib Robert Rene Alberts (Dok/JawaPos.com)

RADARCIANJUR.com – Robert Rene Alberts berharap tim asuhannya Persib Bandung bisa tampil di kancah Asia. Itu lantaran, Persib Bandung telah dinyatakan lolos AFC Club Licensing 2020 bersama enam klub lain dari Indonesia.

Ini merupakan proses standarisasi dan verifikasi profesionalisme sebuah klub dari AFC. Lisensi ini juga menjadi syarat bagi klub untuk bisa berlaga di kompetisi antar klub Asia.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun mengatakan dirinya sudah tidak heran lisensi itu bisa didapat manajemen klub. Karena sejak beberapa tahun terakhir, status ‘granted’ pun telah rutin didapat. Selain itu dia juga menilai sikap dan kinerja profesional selalu ditunjukan oleh setiap elemen di klub.

“Ya saya pikir itu sangat penting bagi Persib bisa mendapat lisensi AFC dan saya tidak pernah ragu soal itu. Mengetahui profesionalisme yang diperlihatkan klub dan orang-orang yang bekerja di klub. Jadi bagi saya memang sudah selayaknya Persib mendapat lisensi itu,” terang dia saat diwawancara melalui aplikasi pesan singkat.

Robert pun lantas penasaran dengan siapa tim yang diberi jatah untuk menjadi wakil Indonesia di AFC Cup 2021. Pada tahun ini, Indonesia memang mempunyai kuota dua tim untuk bermain di AFC Cup tapi tidak punya slot play off di Liga Champions Asia 2021.

Menurutnya Persib pantas mendapat satu kuota karena untuk musim 2020 mereka merupakan pemimpin klasemen. Meski liga harus terhenti di pekan ketiga karena ada pandemi covid-19. Namun semua dikembalikan kepada PSSI yang berhak menentukan siapa wakil Indonesia di kompetisi antar klub Asia.

“Dan pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan mewakili Indonesia (untuk kompetisi antar klub Asia). Saya tidak memaksakannya, tapi saya harap Persib. Berdasarkan situasi sekarang, kami adalah pemimpin di klasemen liga dan jangan lupa ini pada prinsipnya adalah liga tahun 2020,” ujarnya.

“Ini sama dengan di Eropa dan negara lainnya, ketika liga dihentikan, posisi itu dihitung untuk partisipan di ajang kompetisi regional. Dan dari sudut pandang saya, saya pikir itu cukup logis ketika liga ditunda dan kami bisa bermain. Karena itu bukan kesalahan kami, dan kami nomor satu di liga. Kami tidak terkalahkan juga. Jadi itu logis untuk menjadi kandidat mewakili Indonesia. jelasnya.

Tampil di kompetisi Asia juga menurutnya bisa meningkatkan image klub. Demikian pula bagi mental dari pemain lantaran menghadapi atmosfer laga yang lebih tinggi dan kompetitif dengan bermain melawan tim luar negeri. Ini juga bisa jadi ukuran sejauh mana kekuatan tim dari Indonesia.

“Dan bermain di level Asia itu selalu menginspirasi pemain, untuk citra klub, dan bahkan untuk suporter untuk mengukur standar tim Indonesia. Bagaimana mendukung timnya ketika menghadapi tim kuat dari negara lain,” tutup pelatih asal Belanda tersebut.(simamaung)