Cek di Sini Aturan Baru dalam Pilkada 2020

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan mencoblos Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cianjur bakal digelar, Rabu 9 Desember 2020 (besok,red). Sebelum datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di saat pendemi Covid-19 ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemilih, termasuk menerapkan 3 M.

Maka pada pelaksanaan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun sudah menyediakan logistik, diantaranya terdapat beberapa perlengkapan protokol kesehatan (Prokes) seperti sarung tangan sekali pakai, hand sanitizer, face shield dan hazmat.

Logistik tersebut sudah dikirim ke setiap kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Cianjur. Pada H-1 logistik dikirimkan ke 4.968 TPS yang tersebar di setiap pelosok Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA : Bawaslu Cianjur Pantau Medsos di Masa Tenang

Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kabupaten Cianjur, Ridwan Abdullah mengatakan, logistik dikirim secara berjenjang dan harus tiba di TPS pada H-1. “H-1 harus sudah ada di TPS setelah dikirim berjenjang atau estafet dari KPU Cianjur ke kecamatan, ke desa lalu ke TPS dengan kelengkapan peralatan protokol kesehatan,” ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat yang akan memilih harus memenuhi prokes seperti menggunakan masker, cek suhu tubuh yang harus di bawah 37,3 derajat. “Pilkada 2020 di tengah pandemi seperti saat ini protapnya sudah tertuang dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020,” kata Ridwan.

Secara teknis, pemilih nanti sebelum memasuki TPS harus mencuci tangan, dicek suhu tubuh dan menggunakan sarung tangan plastik satu kali pakai. Bahkan, di dalam TPS terdapat dua petugas KPPS menggunakan APD lengkap.

“Masyarakat mengantri, mencuci tangan dan dicek suhu tubuh. Di dalam TPS, pemilih membawa alat tulis sendiri dan KTP elektronik atau suket. Karena KTP El wajib dibawa saat akan melakukan pencoblosan, pemilih diberikan sarung tangan plastik satu kali pakai dan terakhir diteteskan tinta lalu mencuci tangan,” paparnya.

“Jika sudah selesai, pemilih diarahkan untuk pulang agar tidak berkerumun di TPS,” sambungnya.

Bahkan, pihaknya menyiapkan satu bilik suara khusus dari tiga bilik suara yang disediakan. Dua untuk pemilih biasa dan satu untuk pemilih dengan suhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius.

Pemilih nantinya tidak masuk melewati lingkungan dalam TPS, namun melalui jalur yang langsung ke bilik khusus. “Jadi nanti ke bilik khusus tidak lewat dalam TPS, tapi ada jalur yang langsung ke biliknya. Ini sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” jelasnya.

BACA JUGA : Siap Kawal Pilkada, Dandim: Jaga Netralitas, Kesehatan dan Keamanan

Sementara untuk pemilih yang tengah menjalani isolasi mandiri, terpusat dan di rumah sakit. Pihaknya sudah menyiapkan anggota KPPS yang berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap dengan mendatangi setiap pemilih.

Akan tetapi, pemilih yang menjalani isolasi harus memiliki surat pindah memilih atau A5 yang sudah diurus. “Surat pindah memilihnya harus sudah diurus dulu agar bisa ikut memilih, nanti petugas KPPS yang akan datang. Selain itu, KPU Cianjur juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai jumlah pemilih yang tengah menjalani isolasi,” tutupnya.(kim)

Ada beberapa hal baru yang akan kita temui, pada Pilkada serentak, di tengah pandemi Covid-19

  • Jumlah pemilih di TPS paling banyak 500 orang.
  • Panitia pemungutan suara mengutamakan pemilih lanjut usia, penyandang disabilitas dan wanita hamil.
  • Pemilih diwajibkan pakai memakai masker.
    Petugas di TPS difasilitasi Alat Pelindung Diri (APD). Petugas diwajibkan rapid test.
  • Area TPS ada aturan jaga jarak. Disediakan hand sanitizer, desinfektan, tempat cuci tangan, dan tong sampah.
  • Pemilih dapat sarung tangan plastik satu kali pakai.
  • Pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat C akan diantar ke bilik khusus untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid 19.
  • Petugas melakukan sterilisasi paku yang digunakan untuk mencoblos surat suara.
  • Setelah mencoblos dan membuka sarung tangan, petugas akan meneteskan tinta. Bukan mencelupkan jari ke tinta.