Sikap 3 Calon Bupati Usai BHSM Unggul di Hitung Cepat

M Toha, Lepi Ali, dan Oting

RADARCIANJUR.com – Pada sebuah pernyataan video berdurasi 10 menit yang beredar, calon bupati nomor urut 4 Lepi Ali Firmansyah yang juga rival utama pasangan nomor urut 3 H Herman Suherman-Tb Mulyana (BHS-M) menyapaikan kekalahan pada Pilkada Cianjur 2020.

“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh, saya Lepi Ali Firmansyah calon bupati nomor urut 4 pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan yang pertama ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya pada tim sukses, relawan dan seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur yang telah membantu perjuangan kami meski hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapan,” kata Lepi dalam pembukaan sambutanya dalam video tersebut.

Lepi juga menyampaikan ucapan selamat atas perolehan suara terbanyak versi hitung sementara rekapitulasi Pilkada 9 Desember 2020. “Kedua saya ingin mengucapkan selamat kepada pasangan bapak H Herman Suherman dan bapak TB Mulyana yang telah memperoleh suara terbanyak dalam perhitungan sementara rekapitulasi Pilkada 9 Desember 2020, saya berdoa yang terbaik semoga pasangan ini bisa memimpin Kabupaten Cianjur dengan baik, mampu membawa kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

BACA JUGA : Saat Belasan Pemilih di Pusat Isolasi Covid-19 Mencoblos Pilkada Cianjur

Pada pernyataan terakhirnya Lepi juga menyampaikan himbauan pada seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur untuk membantu mensukseskan program pemerintah Kabupaten Cianjur kedepan.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur Pilkada telah usai saatnya kita saling bergandengan tangan membantu pemerintah untuk mensukseskan seluruh program-program pembangunan untuk kemaslahatan dan kemanfaatan masyarakat Kabupaten Cianjur, terima kasih,” ujar Lepi mengakhiri pernyataanya.

Terpisah, pernyataan juga disampaikan paslon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Pilkada 2020, pasangan Moch Toha dan Ade Sobari (HaDe) yang mengakui telah melakukan musyawarah dengan tim pemenangan mengenai dinamika politik yang sudah dilalui.

Pihaknya pun melihat dari hasil suara tidak jauh dari hasil tabulasi tim pemenangan. “Posisi suara kami memang tidak jauh dengan hasil quick count, tapi kita tetap menghargai proses penghitungan suara dari PPS, PPK hingga KPU. Penetapan saya pikir harus bersabar hingga diputuskan,” ujar Calon Bupati Cianjur nomor urut satu, Moch Toha.

Lanjutnya, sejumlah kekurangan-kekurangan dalam proses demokrasi tentu ada. Dirinya pun mengungkapkan, dalam proses demokrasi sehat pun masih jauh dari harapan.

“Menentukan pilihan demokrasi yang sehat memang masih jauh. Yang kami alami, bahwa untuk mewujudkan demokrasi masyarakat yang tulus dan ikhlas masih jauh. Namun tetap Cianjur harus ada nahkoda, harus ada pemimpin,” tuturnya.

Namun, secara hitung cepat atau quick count, dirinya memberikan ucapan selamat kepada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut tiga atas perolehan suara paling banyak melalui hitung cepat.

BACA JUGA : 385 WBP Ikut Pilkada 2020 di Balik Jeruji Besi

“Kami mengucapkan selamat kepada paslon nomor tiga, BHSM atas perolehan suaranya, jangan jumawa, tetap menunggu rekapitulasi dan pleno dari KPU,” ucapnya.

Ia menambahkan, pasangan HaDe tetap ingin membangun kebaikan untuk Cianjur dengan semua paslon. Untuk mewujudkan Cianjur berkembang dan maju, memang diperlukan kolaborasi berbagai pihak dari mulai pemikiran dan potensi dari masyarakat Cianjur harus diakomodir.

“Kalau untuk membangun dan mengembangkan Cianjur, harus mengakomodir segala pemikiran dan potensi masyarakat. Jangan ada marjinalisasi politik di Kabupaten Cianjur. Itu yang akan menghambat pembangunan di Kabupaten Cianjur,” paparnya.

Sementara itu Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin-Wawan Setiawan (OTW), masih menunggu hasil resmi penghitungan suara dari KPU Kabupaten Cianjur. Meski secara hitung cepat atau quick count Paslon OTW berada di posisi tinggal.

Ketua Tim Pemenangan OTW, Prasetyo Harsanto mengatakan, pihaknya secara legowo menerima hasil dari penghitungan cepat atau quick count dengan ketertinggalan yang jauh.

“Sambil menunggu perhitungan resmi KPU Cianjur, dengan legowo kita menerima hasil quick count. Tampaknya kita jauh tertinggal, memang kita akui bahwa pasangan BHSM memang unggul dari kami,” ujar Prasetyo.

Pria yang biasa disapa Bang Pras ini pun menambahkan, pihaknya akan mengakui secara resmi setelah penetapan dan penghitungan dari KPU Cianjur diumumkan.

“Kita secara resmi akan mengakui kemenangan pasangan BHSM setelah penghitungan dari KPU dilaksanakan. Kita pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang sudah melaksanakan pemilihan dengan menerapkan protokol kesehatan saat pemilihan di tengah pandemi Covid-19,” tuturnya.

Meski Pilkada 2020 telah usai, pihaknya akan melakukan pemulihan hubungan melalui rekonsiliasi dan menjadi oposisi yang sehat sebagai kontrol demokrasi di Kabupaten Cianjur.

“Selama bupati bisa mengeluarkan kebijakan untuk rakyat akan didukung penuh, tentunya dengan masukan dan kritikan. Kita mengutamakan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei jika pasangan cabup dan cawabup BHS-M menempati posisi pertama dengan perolehan suara sebesar 56,1 persen unggul dari pesaing lainnya.

Dari hasil itu, paslon nomor 3 disusul rival kuat mereka Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja (Pilar) yang memperoleh 31,7 persen. Di posisi tiga ada pasangan Oting Zaenal Mutaqin-Wawan Setiawan (OTW) sebesar 8,5 persen dan terakhir ada pasangan Muhammad Toha-Ade Sobari (HaDe) dengan raihan 3,7 persen.

Menanggapi hasil quick count tersebut, calon Bupati Cianjur nomor urut tiga Herman Suherman mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan yang begitu besar.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, partai pengusung, tim relawan baik yang di lapangan maupun di sosial media, maupun simpatisan-simpatisan. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Ini semua merupakan hasil kerja keras kita semua,” ungkap Herman pada konferensi pers di Sekretariat Bersama Tim Pemenangan BHSM, Rabu (9/12).

Meski dinyatakan menang versi hitung cepat, Herman menegaskan dirinya akan menunggu hasil resmi dari KPU. Herman juga meminta kepada para pendukungnya untuk tidak euforia berlebihan menanggapi hasil quick count ini. Herman meminta para pendukungnya mengawal hasil kemenangan ini.

“Saya minta jangan euforia berlebihan, karena quick count ini sifatnya sementara, mari kita tunggu dan awasi penghitungan resmi berjenjang yang dilakukan KPU,” tegas Herman.(*/kim)