54 Desa di Cianjur Belum Tersentuh Jaringan Internet

Ilustrasi tidak ada jaringan internet. Foto : Dagelan.co

RADARCIANJUR.com – Kesulitan akses internet ternyata bukan hanya ada di daerah yang berada di pedalaman. Namun kenyataannya, di Kabupaten Cianjur masih didapati desa yang tidak memiliki akses internet atau blank spot.

Keberadaan desa tersebut berada di Cianjur Selatan dan Utara. Berdasarkan data yang dilaporkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur ke Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Cianjur, terdapat kurang lebih 54 desa tidak memiliki akses internet.

“Apalagi di Cianjur Selatan yang memang kendalanya letak geografis jarak dan kontur bukit seperti itu. Ini memang menjadi kendala di Cianjur kaitan dnegan belajar daring ataupun menggunakan kondisi saat ini menggunakan online. Ini tantangan untuk Cianjur yang sedang kami upayakan,” ujar Kadiskominfosatik Kabupaten Cianjur, Teddy Artiawan.

Untuk mengupayakan jaringan internet, pihaknya telah berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI melalui Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), R Niken Widiastuti

“Dan kami juga berkunjung ke Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Provinsi Jawa Barat. Bahkan, Indosat sudah mau membangun kerjasama di Cikadu,” ungkapnya.

Secara bertahap, Kominfo Jawa Barat akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) untuk membangun sutet atau BTS.

“Nanti akan dibangunkan oleh BAKTI, kemudian nanti indeksnya bisa diakses oleh beberapa penyedia jasa internet ke sana kaitan dengan internet tersebut,” paparnya.

Hingga saat ini, baru Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun, dan Cikadu yang sudah bisa mengakses internet. Mengingat ada persyaratan berupa Bumdesma yang difasilitasi oleh DPMD Cianjur.

“Tapi kami jsudah meminta ke pak Gubernur melalui surat pak Bupati, ada menggunakan internet dengan satelit ataupun melalui perangkat yang disubsidi oleh pemerintah pusat, hanya saja terbatas, saya dengar informasi untuk Jabar itu 400 titik subsidi. Jadi di bedakan ada subsidi dan BTS sendiri, dengan didanai swadaya,” terangnya.

Ia berharap, pembangunan sutet atau BTS di Cikadu bisa dilakukan sesegera mungkin. Pembangunan diprediksikan akan dilakukan pada 2021 mendatang.

“Saya berharap kepada tingkat provinsi dan pusat bisa sesegera mungkin, mengingat kondisi saat ini informasi daring sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Nantinya 54 desa di Cianjur yang tidak memiliki akses internet bisa mulai terkoneksi dengan jaringan. Saat ini, pihaknya baru fokus dengan jaringan internet di desa.

“Mudah-mudahan bisa di respon oleh pak gubernur, 54 titik blank spot di desa bisa disambungkan. Sehingga nanti kaitan dengan laporan dan lainnya di kantor desa itu bisa tersambung ke aplikasi-apkikasi yang dibutuhkan kaitan dengan pertanggungjawaban pemerintahan,” tutupnya. (kim)