Ada Kekeliruan Soal Data Disabilitas, Baru Delapan Kecamatan Diplenokan KPU

RAPAT PLENO: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara,di hotel Yasmin Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, yang berlangsung di Hotel Yasmin Cipanas, Selasa (15/12/2020).

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Selly Nurdinah mengatakan, rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara berjenjang tingkat kabupaten ini dilaksanakan setelah sebelumnya sejak 11 sampai dengan 13 Desember kemarin sudah ada rekapitulasi tingkat kecamatan.

“Jadi sekarang adalah jadwalnya rekapitulasi di tingkat kabupaten dengan kita bagi empat tahap. Pertama, delapan kecamatan yang sudah dibacakan tadi kemudian dilanjut setelah istirahat,” kata Selly saat ditemui di Yasmin, Selasa (15/12).

Termasuk, lanjut Selly, setelah delapan kecamatan itu disampaikan, terdapat data-data koreksi hasil perolehan suara. Salah satunya data koreksi pemilih disabilitas.

“Jadi data disabilitasnya dicatatkan di dalam model D’ nya itu tidak sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan KPU. Misalkan data disabilitasnya ditetapkan untuk Kecamatan tersebut laki-laki berapa, perempuan berapa. Namun jumlah berapa naiknya ini tidak sinkron dengan data yang ada di KPU,” paparnya.

Hal tersebut, menurut Selly, kemungkinan terjadi kekeliruan pencatatan dari tingkat bawah sampai dengan tingkat kecamatan. Sehingga belum terkoreksi secara baik.

Selain itu, Selly menyebut, hasil sementara tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilbup kali ini mencapai 66 persen lebih.

“Kalau secara rekap sementara, ini juga belum menjadi hasil atau patokan secara resmi berapa tingkat partisipasi masyarakat termasuk seberapa banyak yang tidak memilih,” kata dia.

Meski begitu, ia menegaskan, bahwa peningkatan pemilih Pilkada tahun ini dibandingkan dengan 2015 lalu meningkat sekitar 12 persen.

“Nanti kita lihat dulu seperti apa hasil rekapitulasi di tingkat kabupaten ini. Karena memang belum selesai semua,” ujar Selly.

Sementara itu, Koordinator divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur mengatakan, proses rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten ini relatif lancar.

Hanya saja, Hadi menegaskan, masih ada kekeliruan dalam penulisan data terkait jumlah disabilitas di tiga kecamatan yang sudah dibacakan tadi. Sehingga pihaknya menekankan kepada KPU untuk melakukan perbaikan atas hal tersebut.

“Meskipun data itu tidak merubah hasil perolehan, tapi tetap saja secara norma ini harus diperbaiki. Agar data awal dengan data akhir itu sinkron,” ujarnya.

Ia menyebut, tiga kecamatan itu diantaranya Kecamatan Warungkondang, Bojongpicung, dan Cibinong.

“Intinya harus diperbaiki lah. Karena itu juga untuk perbaikan berita acara,” kata Hadi. (dan)