Oknum Guru Cabul Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

TERSANGKA: DD (40) oknum guru cabul jadi tersangka saat digelandang aparat Polres Cianjur. Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – DD (40) yang merupakan salah seorang oknum guru honorer di salah satu sekolah di Kecamatan Cianjur ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap sembilan orang muridnya.

Atas aksi bejatnya, DD terancam maksimal 15 tahun penjara.

“Atas dasar laporan orang tua korban DD pun ditetapkan sebagai tersangka dengan dikenakan Pasal 82 ayat 1 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Anton.

Kasat mengungkapkan, DD melakukan aksi bejatnya di kelas setelah selesai mengajar. “Rata-rata korbanya berusia 12 tahun,” kata Kasat saat jumpa pers di Mapolres Cianjur, Senin (14/12).

BACA JUGA : Oknum Guru Cabul jadi Tersangka

DD melakukan aksi bejatnya sejak tahun 2018. Untuk melancarkan aksinya, pelaku melakukan bujuk rayu terhadap korban.

Setelah melakukan aksinya, pelaku mengancam korban jika korban membocorkan peristiwa itu. “Pelaku mengacam akan memberi nilai jelek jika korban membocorkan pada siapapun juga,” ujar Kasat.

Sebelumnya, pihak Kepala Sekolah EA menuturkan, jika anak yang jadi korban pencabulan satu kelas di sekolahnya tidak semuanya korban, ada yang juga berstatus sebagai saksi. “Yang melapor itu ada 10 orang, dari yang 10 orang itu yang sudah jelas dicabuli ada 3 orang, dan ada yang juga berstatus sebagai saksi,” kata EA kepada Radar Cianjur.

Lanjut EA menjelaskan, mengenai penangkapan pelaku, dirinya bersama petugas dan orang tua korban juga ikut menangkap pelaku di rumahnya. “Saya juga ikut menangkap oknum guru tersebut, dan saya juga yang mengawal dan mendampingi korban ke Polres,” ujarnya.

Dalam proses penangkapan pelaku oleh Polisi pada hari Jumat (11/12) ba’da maghrib juga langsung didampingi dengan pengawas sekolah yang ikut ikut terjun didampingi dengan orang tua korban. “Saya juga ikut ke lapangan dibantu dari pihak Unit PPA Polres Cianjur,” ungkapnya.

Dirinya juga sangat menyesalkan kejadian yang menimpa anak didiknya, karena masih di bawah umur dengan usia rata-rata sekitar sembilan hingga 10 tahun. “Masih pada kecil, kasihan. Tentu sangat sedih sekali dan sangat kecewa,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan, hingga saat ini para korban juga telah melakukan masa penyembuhan, pengobatan sesuai yang dianjurkan dari pihak Unit PPA Polres Cianjur. “Kami menghubungi Peksos, kemudian menghubungi Rumah Sakit Bhayangkari untuk divisum,” ucapnya.

Ia menambahkan, sangat merespon dan mendukung penuh atas kesigapan dari jajaran Unit PPA Polres Cianjur yang telah membantu pihaknya dalam menangkap pelaku. “Oknum guru tersebut harus dihukum sesuai dengan perbuatannya. Semoga kejadian ini terakhir kalinya, jangan sampai terulang kembali dan pelaku harus diproses dan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” tuturnya.(dil/hry)