Travel Umrah Harus Perhatikan Protokol Kesehatan

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Cianjur Usep Muhammad Tamam

CIANJUR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah (PPIU) lebih memperhatikan penerapakan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya tegaskan kembali kepada semua travel umrah yang resmi di Cianjur, sesuai suatu kondisi pandemi, agar tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana yang sudah disosialisasikan,” ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Cianjur, Usep Muhammad Tamam.

Selain itu, PPIU juga harus lebih dulu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para jamaah.

Hal itu terkait tata cara pelaksanaan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19.

“Sehingga masyarakat yang diharapkan sejak dini umrah itu dengan mengikuti aturan protokol kesehatan,” sambungnya.

Ditambahkan, pasca kabar Pemerintah Arab Saudi membuka kembali umrah, November ini pihaknya baru tiga kali mengeluarkan rekomendasi paspor.

“Bulan November baru tiga. Sebab kan ada yang sudah punya paspor atau kalau di atas 50 kan tidak usah pakai rekom dari kita, travel langsung ke imigrasi,” tambah Iyus, staf Penyelenggara Haji dan Umrah.

Seperti diketahui, pada 1 November lalu, Pemerintah Arab Saudi, memberi izin kepada jemaah dari luar negaranya untuk menyelenggarakan umrah. Indonesia salah satunya.

Tercatat, jumlah jemaah asal Indonesia ke Arab Saudi, dari tiga fase keberangkatan yakni tanggal 1, 3 dan 8 November, sebanyak 359 jemaah.

Namun saat ini, Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa untuk calon jemaah Indonesia. Hal tersebut dilakukan dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah.

“Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia,” Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Oman Fathurahman, dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (16/11).

Dalam kesempatan tersebut, Oman juga sempat menekankan terkait pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Oman pun menuturkan, edukasi dan sosialisasi penting untuk dilakukan, agar sebelum berangkat jemaah benar-benar memahami dan memaklumi situasi dan kondisi di Arab Saudi,” tandasnya.

Reporter: Dede Ginanjar/FJPP