Gadis Penjual Kopi Mirip Anya Geraldine, Banyak yang Genit, Tapi Belum Ada yang Serius Ngajak Nikah

Intan R Sintia Rose (23). Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sore itu banyak hilir mudik kendaraan di depan rumah Intan R Sintia Rose (23) yang kecantikannya disandingkan dengan Anya Geraldine viral di media sosial. Di rumah yang terletak di Gang Kampung Baru perbatasan Desa Sukataris, Kecamatan Karangtengah semakin ramai menjelang malam.

LAPORAN FADILAH MUNAJAT, Karangtengah

Rumah Intan tak sulit untuk ditemukan, Sebuah spanduk besar bertuliskan warung Intan cukup jelas terlihat ketika kita masuk ke Gang Kampung Baru dari jalan utama.

Tawa renyah Intan langsung terdengar saat ditanya apakah sudah ada yang serius melamar datang ke rumah setelah namanya viral di media sosial.

Tangan kirinya mencoba merapikan rambut yang tersapu angin, lalu kakinya berusaha membetulkan posisi duduk.

Berusaha menjawab dengan nada santai, gadis yang mengenakan busana motif bunga dominasi warna hijau ini lalu merapatkan kedua tangannya dan mengisahkan beberapa kejadian lucu yang berkenaan dengan pertanyaan yang dilontarkan.

“Kalau yang genit banyak, tapi kalau yang serius datang ke rumah untuk melamar nikah belum ada. Kebanyakan yang genit biasa di media sosial,” Intan

Belum sempat panjang lebar menceritakan kisahnya, suara tinggi dari beberapa remaja dan pemuda yang sedang ngopi di warungnya terdengar.

Intan bangkit dari duduknya dan menoleh ke belakang, dengan gaya khasnya Intan meminta teman-temannya untuk mengecilkan suara obrolan.

Mereka mengerti isyarat Intan dan kembali larut dengan obrolan yang ditemani beberapa cangkir kopi.

Kembali ke posisi semula, Intan duduk lalu meminta izin untuk memeriksa sebentar notifikasi yang masuk ke telepon selularnya. Jari jemari lentiknya lalu mengusap layar kaca sambil beberapa kali terlihat senyum simpul di sudut bibirnya.

“Ya begitulah, saya juga tak menyangka akan viral, namun semua jalannya mungkin sudah begini, saya bersyukur saja,” ujar Intan.

Beberapa saat menatap ke arah pagar hitam rumahnya, Intan kembali mengatakan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya permasalahan jodoh kepada Tuhan.

“Memang belum kepikiran ke sana, saat ini masih menunggu jadwal wisuda yang terkendala masalah pandemi,” kata lulusan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Unsur jurusan Bahasa Indonesia ini.

Intan mengatakan, mimpinya saat ini adalah membangun sebuah kafe kecil tempat ngopi di depan rumahnya.

“Kalau dibuat tempat ngopi kecil sepertinya seru, makanya saya ingin membangunnya di depan rumah,” katanya.

Intan mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut ia masih memerlukan beberapa modal.

“Passion berwirausaha saya muncul setelah bantu-bantu mamah di warung, dulu memang kepikiran jadi guru, tapi lambat laun sepertinya asyik berusaha begini,” katanya. (**)