Pandemi di Balik Jeruji Besi, WBP Satu Tahun Tak Dikunjungi Keluarga

RADARCIANJUR.com – KONDISI pandemi Covid-19 menjadikan sebagian masyarakat terbatasi aktifitas dan ruang gerak. Bukan hanya masyarakat umum, namun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Cianjur turut merasakan imbasnya.

Laporan: Abdul Aziz N Hakim

JAUH dari keluarga dan saudara. Lapas menjadi tempat penebusan kesalahan atau tempat menjalani pembinaan atas perbuatan yang sudah dilakukan. Pada masa pandemi Covid-19 ini, kondisi semakin menyulitkan WBP untuk berjumpa ataupun mendapatkan kunjungan dari keluarga.

Bukan hanya WBP dari luar Kabupaten Cianjur saja, namun dari Cianjur pun terkadang ada saja keluarga yang lebih memilih untuk menunda kunjungan. Meski demikian, Lapas Cianjur telah menyediakan fasilitas kunjungan secara virtual.

Mimik Sobandi (32) satu dari ratusan WBP yang merindukan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Pria asal Kampung Cisayong Desa Jati Hurip Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya ini harus menjalani hukuman selama tiga tahun enam bulan.

Rindu keluarga. Itu kata pertama kali terucap dari ayah satu anak ini. Sudah satu tahun pihak keluarga bahkan istri tidak melakukan kunjungan ke Lapas Cianjur selama pandemi merebak.

Hanya meratapi di balik jeruji besi sembari melihat potret anak dan istrinya lah menjadi obat kerinduan.

“Kalau kangen iya, terakhir tahun kemarin sebelum Covid-19, sekarang belum lagi menjenguk atau kunjungan,” tuturnya sembari tetap tersenyum.

Pandangan kosong penuh harap akan kehadiran keluarga, jelas tergambar saat dirinya mulai bercerita kalimat demi kalimat.

Hanya aktifitas positif seperti mengaji dan berkomunikasi dengan WBP lainnya menjadi salah satu cara untuk mengalihkan sejenak disaat demam kerinduan menerjangnya.

Solidaritas WBP Lapas Cianjur dirasakan olehnya begitu erat. Bahkan seperti sebuah keluarga kedua baginya. Kesendirian di balik jeruji dan dinginnya kamar tahanan bisa menjadi hangat karena kekeluargaan yang terbangun.

“Rekan-rekan memberi support kepada saya, meskipun sudah satu tahun tidak berjumpa keluarga, tapi semua turut menghibur. Ya semoga Covid-19 bisa cepat berlalu dan keluarga WBP bisa mengunjungi untuk bersilaturahmi,” harapnya. (*)