Warga Cikalongkulon Unjuk Rasa di Depan Kantor Desa

RADARCIANJUR.com –  Ratusan warga melakukan aksi penolakan di depan Kantor Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon atas rencana proyek pembangunan kandang ayam di Kampung Maleber.

Massa yang terdiri dari perwakilan warga masyarakat RT 01, 02, 03, 04 dan RT 05 RW 06 itu, bertujuan untuk menyampaikan berkas 585 petisi tandatangan penolakan warga masyarakat kepada Kepala Desa Gudang, Endang Suparman, Senin pagi sekitar pukul 10:25 WIB (7/12/2020).

Penolakan tersebut ditengarai akibat perencanaan pembangunan Proyek Kandang Ayam di Kampung Maleber Desa Gudang yang rencananya 6akan berdiri di atas lahan kurang lebih 2 hetare tanah milik warga setempat.

Perwakilan Kepemudaan, Cepi (37)‎ pada saat aksi menyampaikan, aksi penolakan ini, menyikapi adanya kabar tentang rencana pembangunan kandang ayam di Daerah sekitar Kampung Maleber DesaGudang Kecmaatan Cikalongkulon itu, karena jarak lokasinya terlalu dekat hanya berkisar 150 meter dari pemukiman.

“Dengan tegas kami menolak dan tidak mengizinkan adanya rencana pembangunan peternakan ayam diwilayah administratif kampung maleber,” ujarnya.

Lanjut Cepi menuturkan, juga akses menuju ke lokasi melintasi areal perkampungan. Belum lagi izin pendirian proyek yang belum diketahui, dapat dipastikan akan menimbulkan berbagai permasalahan pada lingkungan dan masyarakat.

Penolakan ini berdasarkan pertimbangan kedepan, yaitu berdampak dari operasional peternakan akan mencemari lingkungan permukiman warga Kampung Maleber.

“Baunya kotoran akan mengundang banyak lalat yang mengakibatkan terancamnya kesehatan warga hingga retaknya kohesi sosial antar warga,” tuturnya.

Semua warga menganggap, jika itu jadi dibangun akan sangat merugikan dan mengganggu kesehatan, kenyamanan, serta pencemaran lingkungan. Dari jaraknya juga sangat berdekatan dengan permukiman.

“Kami (warga masyarakat, para Tokoh dan Kepemudaan) Kampung Maleber menolak dengab tegas dan tidak akan mengizinkan apapun upaya pihak maupun pemilik proyek pembangunan kandang ayam,” ujarnya.

Ia didampingi perwakilan pemuda, Fikri Sopyan Sauri menjelaskan, jika dilihat dari berbagai aspek pendirian kandang ayam di Kampung Maleber sangat tidak tepat karena lokasinya berhimpitan dengan permukiman warga.

Sudah sepantasnya juga, dengan langkah musyawarah warga Kampung Maleber menolak rencana pendirian peternakan ayam yang luasnya diperkirakan mencapai 2 hektare.

“Warga masyarakat melakukan penolakan atas dasar hati nurani, karena akan menimbulkan berbagai risiko ancaman jika rencana pembangunan peternakan tidak kami ditolak,” ungkapnya.

Ia memaparkan, total kurang lebih seribu warga menolak pendirian Kandang ayam itu berdasarkan data jumlah warga yang menandatangani petisi penolakan karena memang waktu pengambilan tanda tangan dibatasi hingga Minggu (06/12) malam pukul 21:19 WIB.

“Alahamdulillah hari ini (Senin, 7/12) Pukul 10: 25 WIB, kami bersama perwakilan warga dan pemuda, mendatangi kantor Desa Gudang untuk melakukan aksi damai dan menyampaikan petisi tungtutan warga Kampung Maleber kepada Pak Kades, dan hasilnya berkas petisi penolakan kami disetujui Bapak Endang Suparman selaku Kades, lengkap dengan materai dan cap Kepala Desa Gudang, ” paparnya.

Penolakan tersebut bermula dari ketidak jelasan aturan yang dijadikan dasar pendirian peternakan ayam itu, bahkan ada warga yang tidak mengetahui dengan pasti terkait persetujuan.

“Sudah ada juga orang perusahaan yang menyelinap meminta tanda tangan warga untuk menyetujui pendirian proyek peternakan, bahkan warga diberikan uang dalam amplop yang nilainya tidak seberapa,” jelasnya.

Menurut dia, warga khawatir jarak peternakan yang terlalu dekat menyebabkan bau dan mencemari lingkungan juga limbah dari peternakan ayam tersebut akan mengganggu kesehatan mereka.

“Dalam aturan dijelaskan jarak minimal sekitar 1.000 meter, akan tetapi proyek ini sangat dekat dari permukiman, jaraknya hanya 150 meter, bahkan kurang dari itu. Sudah tentu ini melanggar, maka dari itu kami selaku warga masyarakat Kampung Maleber menolak dan akan terus memantau jika nantinya ada pergerakan lagi, bahkan kami sudah mempersiapkan surat tembusan kepada Dinas-dinas terkait yang memiliki kewenangan penuh atas hal ini,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Gudang, Endang Suparman pada saat audiensi bersama warga mengucapkan, aksi ini jangan sampai menimbulkan perseteruan yang berkelanjutan, pihak desa memfasilitasi apapun keluhan warga apalagi pertimbangannya dengan pencemaran lingkungan jelas kalau tidak ada izin dari warga setempat pihak desa akan menolak dan tidak mengizinkan.

“Pihak perusahaan menawarkan kepada warga Kampung Maleber dengan menandatangani surat setuju atau tidak kepada warga Kampung Maleber, namun kalau tidak ada persetujuan dan berdampak juga menimbulkan permasalahan, saya selaku kepala desa kan harus bisa merangkul semua kalangan, ya kalau warga menolak dan tidak memgizinkan dengan tegas rencana pembangunan peternakan itu, saya tandatangani surat penolakannya,” pungkasnya.

(hry)