Tak Hanya Kadis, Ratusan ASN di Cianjur Terpapar Covid-19

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com– Kasus positif ternyata tidak hanya menjangkit kepada beberapa kepala dinas saja, 113 Aparatur Sipil Negara (ASN) terkonfirmasi positif dari hasil swab tes.

Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal yang didominasi guru dan tenaga kesehatan.

“Iya betul, beberapa diantaranya ada tenaga kesehatan yang terpapar saat ini mencapai 54 orang, mulai dari bidan, perawat, dokter, hingga kepala puskesmas,” ujarnya.

BACA JUGA : Tiga Kadis dan Satu Camat di Cianjur Positif Covid-19

Namun, pihaknya belum mengetahui darimana guru yang turut terpapar virus dengan nama coronavirus disease 2019 ini.

“Untuk guru SD ada sekitar 16 orang, itu untuk SD. Ditambah beberapa waktu lalu guru sejumlah guru SMA juga ada yang positif.Penyebabnya kita belum tahu karena pembelajaran masih daring,” jelasnya.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan memeprtimbangkan kembali rencana belejar tatap muka mengingat banyak terkonfirmasi positif COVID-19 di kalangan guru.

“Pemkab tak mau ambil risiko jika nanti belajar tatap muka dilakukan. Saat daring saja udah banyak guru yang positif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur Budi Rahayu Toyib mengatakan, Pemkab Cianjur kembali menerapkan Work From Home (WFH) bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencegah bertambahnya PNS yang positif Covid-19.

“Kita berlakukan WFH kemarin untuk seluruh dinas. Rencana kita lakukan WFH sampai pekan depan,” tuturnya.

Bagi para PNS atau honorer yang berusia dibawah 50 tahun, jam kerjanya hanya 18,75 jam per minggu. Sementara untuk yang di atas 50 tahun hanya 15 jam per minggu.

“Normalnya itu kan 37,5 jam kerja dalam seminggu. Namun sekarang dikurangi,” tutupnya. (kim)