Hebat! Pasar Cipanas Dapat Sertifikat SNI

RADARCIANJUR.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memberikan sertifikat Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) kepada tiga pasar rakyat di Nusantara ini.

Salah satunya adalah Pasar rakyat Cipanas di Kabupaten Cianjur. Kemudian Pasar Karangjati di Kabupaten Semarang dan Pasar Atas Baru di kota Cimahi.

Sertifikat SNI Pasar Rakyat tersebut diterima langsung oleh Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, yang berlangsung di Vimala Hills Bogor, Senin (21/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati yang didampingi Kepala Diskoperdagin Cianjur, H. Tohari Sastra, Kepala UPTD Pasar Cipanas, Heru Haerul Hakim dan Kasubag UPTD Pasar Cipanas Iman Rohimanrut turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, mengatakan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat ini bertujuan mengurangi penyebaran pandemi Covid-19 di pasar. Pasalnya, untuk memperoleh sertifikasi SNI tersebut, pasar rakyat setidaknya harus memenuhi persyaratan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

“Sampai akhir 2020, terdapat 46 pasar rakyat yang telah memperoleh sertifikasi SNI. Sebanyak 22 pasar diantaranya mendapatkan pendampingan dari Kemendag,” kata Agus Suparmanto dalam acara pemberian sertifikat SNI yang disiarkan melalui Zoom, Senin (21/12/2020).

Menurutnya, jumlah pasar rakyat yang mendapatkan sertifikat SNI itu masih sedikit dibandingkan dengan yang sudah direvitalisasi Kemendag.

Sepanjang 2015-2019, Kemendag telah merevitalisasi 5.264 pasar rakyat. Sementara itu, Kemendag mencatat total pasar rakyat di Indonesia mencapai 15.657.

“Dengan demikian kita masih memiliki tantangan berupa pemerataan penerapan sertifikasi pasar rakyat ke depan,” kata Agus.

Dia mengatakan, terdapat tiga persyaratan untuk mendapatkan SNI Pasar Rakyat, yakni persyaratan umum, teknis, dan pengelolaan. Persyaratan umum berupa kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Persyaratan teknis meliputi zonasi, ruang dagang, koridor, pos ukur ulang, dan sidang tera. Selanjutnya, persyaratan pengelolaan, dimana pasar mesti dikelola secara profesional.

Sertifikasi SNI pasar rakyat, lanjut Agus, juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat di tengah penyebaran pandemi Covid-19.

Agus memperkirakan, pada 2020, sektor perdagangan dunia terkontraksi 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya lantaran pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, pada 2021 diperkirakan sektor ini tumbuh 8,3% dengan kontribusi terbesar dari negara-negara berkembang.

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono menyampaikan bahawa, dalam mendampingi pengelola pasar rakyat, Kemendag pun turut mendampingi. Hal tersebut untuk memenuhi SNI yang ditetapkan Kemendag, antara lain memberikan pendidikan keterampilan mengelola pasar, mengelola lingkungan, digitalisasi pasar, dan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan standar.

“Penerapan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat diharapkan dapat menciptakan pasar yang berdaya saing dan memiliki pengelolaan yang profesional, sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi nasipnal yang berlandaskan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia maju,” kata Veri. (dan)