Bawaslu Pastikan Herman Suherman Tak Langgar UU Pemilu

Komisioner Bawsalu Kabupaten Cianjur Tatang Sumarna

RADARCIANJUR.com – Bawaslu Kabupaten Cianjur menyebut laporan tindak pidana pelanggaran pemilu dan pelanggaran administrasi dengan terlapor calon bupati Herman Suherman tidak terbukti.

Komisioner Bawsalu Kabupaten Cianjur Tatang Sumarna mengatakan dugan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Herman Suherman tidak bukti setelah dilakukan pembahasan pleno Senin (21/12/2020) malam sampai Selasa (22/12/2020) dinihari.

Menurut Tatang saat ini, Bawaslu Cianjur menghentikan laporan dugaan pelanggaran pidana dan pelanggaran administrasi yang dilakukan terlapor.

“Keputusan tersebut diambil berdasarkan penelitian dan pemeriksaan laporan yang masuk dan berdasarkan hasil kajian Bawaslu,” ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna, di kantor Bawaslu Cianjur Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Selasa (22/12/2020).

Tatang mengatakan, sebelumnya Bawaslu Cianjur menangani kasus dugaan pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan calon bupati.

Tatang mengatakan laporan dugaan pelanggaran tersebut adalah adanya pembagian insentif kepada para ketua RT.

“Pelapor menyampaikan bukti penarikan dari rekening bank yang salahsatunya ada di hari tenang,” kata Tatang.

Menurut Tatang, pelapor menduga ada pelanggaran yang dilakukan terlapor mengacu pada pasal 71 ayat 3 dan ayat 5 UU no 10 tahun 2015.

Sebelumnya, Tim Advokasi Pilkada Bersih melaporkan satu calon ke Bawaslu Cianjur. Perwakilan Tim Advokasi, Unang Margana, mengatakan, dalam laporannya ke Bawaslu salah satu calon diduga menggunakan perangkat pemerintahan dan melibatkan ASN dalam proses pemenangan.

“Ada indikasi dengan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan salahsatu Paslon,” kata Unang Margana.

Unang mengatakan, sebagai kuasa hukum dari tim advokasi Pilkada bersih, pihaknya mendampingi hingga proses pemeriksaan.(dil)