Prokes Tetap Nomor Satu, Vaksin Nyusul

Foto Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal.

CIANJUR – Kendati vaksin Covid-19 sudah tibad di Indonesia, bukan berarti masyarakat bisa seenaknya saja.

Apalagi sampai mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, vaksin produksi Sinovac Biotech itu masih membutuhkan proses panjang hingga sampai ke daerah.

Hal itu berkenaan dengan jalur distribusi dari pusat hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

Ditambah proses perizinan yang masih berjalan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Juru Bicara Pusat Informasi Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, untuk vaksin sampai saat ini masih menunggu tahap distribusi.

“Karena memang semua sasaran itu ditentukan oleh pusat, bukan kita yang mengusulkan tetapi sifatnya take down, pusat yang menentukan sasarannya,” ujarnya.

Dari sasaran yang divaksin nantinya ada dua pembiayaan, pembiayaan dari pusat dan pembiayaan dari daerah.

“Jadi untuk mengcover semua lapisan masyarakat yang berumur 18-59 tahun itu ada dua sumber nantinya, dari pusat berupa distribusi vaksinnya, kemudian dari daerah itu anggaran untuk membeli vaksin dan semua gratis,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari pusat tidak gratis dan hanya sebagian saja. Tapi intruksi dari presiden untuk digratiskan, namun Pemda Cianjur harus mengalokasikan anggaran untuk membeli.

“Sampai saat ini belum ada alokasi. Kan itu datanya dari pusat semua. Saya juga tanya ke Sukabumi sama masih menunggu data dari pusat.”

“Yang di vaksin 60 persen itu dari jumlah penduduk, yang 18 tahun ke bawah tidak dihitung, tidak divaksin dan yang 59 ke atas tidak semua divaksin. Itu saja mungkin sudah 20 persen. Idealnnya semua lebih bagus,” tandasnya.

Reporter: Dede Ginanjar/FJPP