Wisatawan ke Cianjur Wajib Tunjukan Surat Bebas COVID-19

CHECK POINT: Sejumlah warga yang akan melintas jalur perbatasan Cianjur-Bogor diperiksa petugas hingga melakukan rapid tes Covid-19 di Seger Alam Puncak. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dalam mewajibkan wisatawan membawa serta menunjukan surat bebas COVID-19 yang akan berlibur ke kota Tauco ini rupanya akan segera terealisasi.

Hal tersebut, jelas disampaikan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman saat dikonfirmasi wartawan Senin (21/12/2020).

Herman mengatakan, aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Satgas COVID-19.

BACA JUGA : Soal Surat Bebas Covid-19 di Cianjur, Ini Kata PHRI

“Dari Satgas sudah keluar edaranya, tentu di Cianjur juga akan diterapkan untuk mecegah penularan penyebaran COVID-19,” ujar Herman.

Herman menyebut, di Kabupaten Cianjur ini bisa dikatakan, kini tengah memasuki masa puncak penyebaran COVID-19. Dimana yang pertengahan bulan lalu, menunjukkan hanya ada puluhan kasus. Namun angkanya naik drastis di dua bulan terakhir ini.

“Bahkan per hari ini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 1.095 kasus,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak mau mengambil risiko besar dengan membebaskan wisatawan masuk tanpa dipastikan bebas Corona. Meski imbas yang akan timbul pada sektor pariwisata, akan terjadi.

Namun Herman menegaskan, dirinya justru menginginkan masyarakat Cianjur bisa lebih terbebas dari COVID-19 dan meminimalisir penularannya.

“Kepentingan masyarakat lebih di atas segelintir orang. Pariwisata dan ekonomi akan kembali meningkat jika COVID-19 telah selesai. Makanya kami berusaha agar mempercepat selesainya pandemi ini dengan memutus mata rantainya,” ucap Herman.

BACA JUGA : Kampung Bunga Matahari di Ciranjang Diserbu Wisatawan

Sementara itu, Ketua PHRI BPC Cianjur, Nano Indra Praja, mengatakan kebijakan itu memang dinilai tak salah. Bahkan pihaknya juga mendukung jika tujuan dari Pemkab untuk mencegah penularan penyebaran COVID-19 di kabupaten Cianjur.

Namun menurut Nano, pemerintah termasuk Pemkab Cianjur harus memperhatikan keberlangsungan pengusaha dan pelaku pariwisata di Cianjur

“Saya setuju dengan surat bebas COVID-19, tapi apakah wisatwannya mau? dan kemungkinan wisatawan yang berkunjung akan turun drastis. Kalau saya boleh memberikan saran, cukup dengan lakukan prokoler kesehatan sesuai dengan yang suda dijalankan para pelaku usaha pariwisata,” ujar Nano.

Nano menyebut, di awal keluarnya kebijakan tersebut, saat ini sudah begitu terasa untuk pelaku usaha khususnya sektor pariwisata. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, mulai 20 Desember kamar hotel dan penginapan sudah terbooking hingga 70 persen.

Namun di momen liburan kali ini, pelaku usaha pariwisata cukup kesulitan. Bahkan untuk mencapai 30 persen pun harus sangat berjuang keras.

“Berdasarkan tanggal dan bulan yang sama di tahun lalu, perbandingannya sangat jauh dengan tahun ini. Biasanya 70 persen kamar sudah terbooking, kini kebanyakan di bawah 30 persen saja cukup sulit. Hanya beberapa yang sudah bisa mencapai 30 persen,” bebernya.

Maka hal tersebut menurut Nano, harus sangat diperhatikan sebaik mungkin oleh pemerintah termasuk juga mesti lebih bijaksana kepada para pelaku usaha agar mereka tetap bisa memenuhi keberlangsungan mereka masing-masing.

“Saran kami kepada Pemkab, segala sesuatunya bisa dikombinasikan baik dengan para pelaku usaha pariwisata semua. Agar solusi ini tidak serta-merta membuat dampak kurang baik bagi kami,” kata dia. (dan)