Begini Suasana Perayaan Natal di Cianjur, Dilakukan Daring dan Tatap Muka Secara Terbatas

TERBATAS: Jemaah Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur mulai mengikuti rangkaian Hari Natal 2020.

RADARCIANJUR.com – Perayaan menjelang Hari Natal 2020 di Kabupaten Cianjur berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, Hari Natal tahun ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, beberapa gereja melakukan kegiatan rangkaian Natal secara daring dan tak sedikit juga yang melakukan tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes).

Salah satunya di Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur yang melakukan perayaan secara daring dan tatap muka secara terbatas.

Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur, Dionisius Indarintoko mengatakan, kegiatan rangkaian natal secara tatap muka dan online dilakukan agar semua umat terlayani dengan baik.

“Jadi Puji Tuhan kami di Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur ini akan melaksanakan untuk perayaan dalam rangkaian natal itu kita melaksanakan tatap muka dan online, kita pakai streaming,” ujarnya.

Meski dilakukan secara daring atau pembatasan, metode yang dilaksanakan seperti saat ini bisa berjalan dengan baik.

“Untuk tatap muka, protokol kesehatan kami sudah menyiapkan sedemikian rupa, karena sebenarnya protokol kesehatan ini sudah kami berlakukan setiap minggu. Sehingga sebetulnya sudah tidak aneh bagi umat kami di Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur ini,” paparnya.

Lanjutnya, untuk perayaan khusus natal ini pihaknya menambahkan beberapa protokol yang harus dipatuhi, termasuk di sisi bagian depan gereja betul-betul sudah atur mulai dari jemaah datang.

“Kami sudah mengatur sedemikian rupa untuk mengikuti antrian, setelah itu mereka akan diarahkan oleh petugas prosedur standar protokol kesehatan Covid-19 yang kami sepakati bersama, mulai dari cuci tangan, cek suhu, wajib pakai masker dan menjaga jarak,” jelasnya.

Di dalam gedung, jarak antar kursinya sudah di atur sedemikian rupa supaya tidak berdekatan dan memberlakukan isi jemaah maksimal 30 persen.

“Kemudian kami panitia dalam rangka untuk mematuhi protokol kesehatan, juga membuat aturan yang ketat bahwa kami mempunyai delapan lingkungan, bahwa dalam kondisi normal mereka bisa datang langsung bersama,” pungkasnya.(rik)