Dinkes Cianjur Siapkan 1000 Alat Rapid Antigen di Sejumlah Titik Wisata

CHECK POINT: Sejumlah warga yang akan melintas jalur perbatasan Cianjur-Bogor diperiksa petugas hingga melakukan rapid tes Covid-19 di Seger Alam Puncak. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyiapkan sedikitnya seribu alat rapid test yang disebar di sejumlah titik kawasan wisata pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dengan disiapkannya alat rapid serta pemeriksaan oleh petugas gabungan tersebut, diharapkan bisa mengantisipasi penyebaran dan penularan virus Covid-19 dari para wisatawan luar Cianjur yang datang ke objek wisata di kota Tauco ini.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi, M.Kes mengatakan, sesuai satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 pusat, kemudian ke Gubernur, dan ditindaklanjuti oleh Pemkab Cianjur, bahwa libur Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini dilakukan pembataskan kerumunan dan pengunjung bagi wisatawan dari luar Cianjur.

“Jadi kami dari Dinkes pun ikut berperan dalam pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik di kawasan objek wisata khususnya. Termasuk sebagai petugas rapid test bagi pengunjung yang tak membawa surat bebas Covid-19 dari wilayah asalnya,” ujar dr. Irvan kepada radarcianjur.com, saat dihubungi belum lama ini.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 1000 alat rapid yang disebar di sejumlah titik pintu masuk kawasan wisata yang ada di Cianjur.

“Karena memang masih terbatas, jadi kita baru mampu menyiapkan sekitar 1000 alat rapid yang disebar di sejumlah titik,” kata dia.

Terpisah, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetiahdy mengatakan, untuk teknis kegiatan cek poin di sejumlah kawasan wisata ini sekaligus memberikan edukasi terhadap para pengendara yang hendak masuk ke objek wisata.

“Kita utamakan yang diperbolehkan masuk itu mereka yang memiliki surat keterangan hasil rapid atau swab negatif. Namun jika memang tetap memaksa ingin masuk, harus dilakukan rapid tes Antigen yang dilakukan oleh tim dari Dinas kesehatan, dan berbayar sesuai ketentuan dengan akan dilampirkan surat keterangan sehat jangka waktu 3 hari,” paparnya.

Hendri berharap, dengan dilakukannya kegiatan operasi gabungan dan pengecekan kesehatan kepada masyarakat atau wisatawan dari luar Cianjur ini, bisa menekan angka penyebaran Covid-19 serta lebih mentaati dan menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (dan)