Libur Nataru, Harga Sembako Naik Dua Kali Lipat

PENJUAL SEMBAKO: Salah seorang penjual sayur dan bahan pokok lain di pasar SNI Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Libur panjang Natal, cuti bersama dan Tahun baru 2021, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar rakyat mengalami kenaikan, bahkan ada yang mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Seperti yang terpantau di salah satu pasar rakyat SNI Cipanas, beberapa harga seperti cabe-cabean dan jenis sayur lain melonjak naik.

Salah seorang pedagang sayur Ahmad (35) mengaku, harga cabai merah Tanjung yang semula ia jual Rp 30 ribu perkilogram, kini dirinya bisa menjual hingga Rp 70 atau 65 ribu perkilo. Kemudian cabe merah Tw yang semula Rp 30ribu, kini bisa dijual Rp 65 ribu perkilo. Termasuk harga cabe rawit hijau kini dijual Rp 40 ribu, dan rawit merah menjadi Rp 60 ribu perkilogram.

“Rata-rata harga jenis cabe memang sedang melambung kang. Maklum mungkin karena pasokan dan kebutuhan masyarakat sedang naik juga,” kata dia.

Selain itu, kebutuhan lain yang mengalami kenaikan yakni jenis sayur tomat dan kol atau kubis. Dari semula harga tomat dijual Rp 10 ribu perkilo, kini menjadi Rp 12 ribu perkilogram. Kemudian harga kol atau kubis, dari semula dijual Rp 8 ribu perkilo, kini menjadi Rp 10 ribu perkilogram.

“Jadi memang ada beberapa bahan pokok di libur panjang itu selalu ada kenaikan. Walaupun tak semua signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Assisten Daerah (Asda) 1 Pemkab Cianjur, Asep Suparman mengatakan, di libur panjang ini memang ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan cukup signifikan. namun ada juga yang stabil. Tetapi yang terpenting menurutnya adalah bagaimana jenis seperti beras, minyak dan sebagainya tidak mengalami kenaikan drastis.

“Ada yang mengalami kenaikan seperti jenis cabe-cabean. Tapi untuk jenis beras dan daging-dagingan serta minyak harganya masih terbilang stabil,” kata dia.

Termasuk, kata Asep, pihaknya juga telah memastikan pasokan sembako dari hulu ke hilir bisa lancar. Sehingga Pemkab berharap, ketersediaan di libur panjang ini bisa aman terkendali.

“Beberapa harga yang naik itu diduga karena faktor cuaca, selain dari jelang libur panjang Nataru ini. Tapi para konsumen juga pasti bakal memahami hal itu,” imbuhnya

Kendati begitu, Asep memastikan jika harga kebutuhan pokok yang memang mengalami kenaikan itu, Pemkab akan mengevaluasinya. Sehingga tidak terua melambung dan memberatkan masyarakat yang hendak memenuhi kebutuhan di libur panjang ini.

“Intinya jangan sampai ada yang tersendat pasokan sembako itu. Baik kepada masyarakat maupun ke daerah-daerah lain. Kita bakal antisipasi hal itu, jangan sampai tidak lancar,” tegasnya. (dan)