Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Cianjur: Masih Menanti SKB Empat Menteri

RAPAT VIRTUAL: Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman melakukan pembahasan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan sejumlah pihak di Pendopo Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tengah melakukan pembahasan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan bersama dengan kepala sekolah dari SD, SM, SMA serta SMK, Koordinator Pendidik (Kordik) dan Gugus Tugas Covid-19 kecamatan se-Kabupaten Cianjur melalui video conference di Pendopo Kabupaten Cianjur.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya memahami kondisi murid dan orangtua yang sudah ingin melakukan PTM.

“Kami dari Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur sangat memahami kondisi sekarang ini, dimana banyaknya keinginan orangtua dan siswa siswi yang rindu untuk belajar di sekolah, bertatap muka langsung awal bulan Januari atau tahun ajaran baru,” ujarnya.

Di sisi lain, PTM masih menanti kebijakan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengenai PTM dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes).

“Namun perlu kami ingatkan kembali, dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 di Cianjur, kegiatan belajar tatap muka dapat dilaksanakan dengan mengikuti prosedur atau kebijakan Surat Keputusan Bersama empat menteri serta berkoordinasi dengan gugus tugas Covid 19 setempat,” tuturnya.

Secara teknis, orang nomor satu di Cianjur ini menjelaskan, untuk siswa SD kelas 4, 5 dan 6 serta SMP hingga SMK dapat melaksanakan PTM dengan estimasi waktu maksimal dua jam setengah dalam satu hari. Selain itu, jumlah siswa turut dibagi dua dari jumlah keseluruhan.

“Hal yang lebih penting dari itu semua adalah adanya persetujuan orangtua siswa dan komite sekolah disaat akan melaksanakan belajar tatap muka di sekolah,” paparnya.

“Pastikan semua yang terlibat di sekolah dapat melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dengan penuh disiplin, karena hal tersebut untuk kebaikan bersama, bukan hanya di sekolah saja disiplinnya, namun juga harus di terapkan di rumah masing-masing,” sambungnya. (kim)