Pemdes Puncakwangi-Patriot Desa, Ciptakan Pakan Ternak Alternatif

BERDAYAKAN MASYARAKAT: Antisipasi sulitnya pangan di musim kemarau, Pemdes Puncakwangi dan Patriot Desa ciptakan pakan alternatif. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Pemerintah Desa (Pemdes) Puncakwangi Kecamatan Leles bersama Patriot Desa menggelar pelatihan pembuatan pekan ternak konsentrat dan silase. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi ketersediaan pakan ternak khususnya saat musim kemarau dan pemenuhan gizi ternak kambing serta sapi.

Pelatihan tersebut turut dihadiri oleh Babinsa, Tokoh Agama, kelompok ternak dan pemuda sekitar.

Kepala Desa Puncakwangi, H Badru Tamam dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam rangka mendukung dan mengaplikasikan program RPJM 2020-2025.

“Khusunya dalam memberikan keterampilan bagi masyarakat agar dapat produktif, yang nantinya diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran, perlu mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, Pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat ini menjadi salah satu alternatif dalam menumbuhkan dan meningkatkan ekonomi keluarga melalui produktivitas industri rumah atau hasil produk rumahan yang ramah lingkungan.

Dari data hasil pemetaan Patriot Desa, minat masyarakat Desa Puncakwangi untuk beternak belakangan ini semakin tinggi, hal ini bisa dilihat dari data ternak warga yang dimiliki Desa Puncakwangi kambing 75 ekor, Sapi 95 ekor dan domba 350 ekor.

“Populasi ternak di Desa Puncakwangi cukup banyak, namun permasalahan yang kerap dihadapi peternak adalah kurangnya ketersediaan pakan, khususnya pada musim kemarau,” ungkapnya.

Sementara itu, Patriot Desa Puncakwangi, Sutisna menambahkan, bahwa dengan perkembangan jaman saat ini, dimana pasokan rumput atau hijauan makin lama semakin berkurang, terlebih lagi saat musim kemarau, maka diperluakn upaya agar pemenuhan kebutuhan pakan ternak.

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya kami menginisiasi agar kebutuhan pakan ternak saat musim kemarau atau lahan yang semakin sempit, tetap terpenuhi,” tuturnya.

Sutisna menjelaskan bahwa untuk memenuhi ketersediaann pakan ternak, khususnya saat musim kemarau, silase itu diperlukan. Pasalnya, saat musim tanam atau panen, jerami sangat banyak, bahkan berlebihan dan tidak sedikit yang dibakar.

Ia berpesan agar setelah mendapatkan pelatihan, nantinya jerami yang ada saat musim panen, disimpan. Jika difermentasi, jadi silase dan bisa untuk satu tahun.

“Jerami diproses dengan bahan lain, kemudian di fermentasi, bisa bertahan hingga satu tahun. Nanti bisa digunakan saat musim kemarau,” jelasnya

Selain jerami, bongol jagung juga bisa digiling untuk pakan ternak. Kemudian singkong, bisa diperas diambil tepungnya, sementara ampasnya bisa untuk pakan ternak.

“Perkembangan teknologi saat ini sudah seharusnya tidak sekadar memberi makan sapi, namun bagaimana agar sapi mendapatkan gizi yang cukup agar berat badannya naik dengan cepat, sehingga perlu diberikan makanan tambahan,” terangnya.

Hewan ternak perlu mendapatkan gizi yang cukup agar pertumbuhannya maksimal, sehingga diperlukan pakan yang memenuhi gizi sesuai yang dibutuhkan sapi, yaitu dengan konsentrat.

“Nanti kalau sudah pandai membuat konsentrat, bisa dijual kepada peternak di perkotaan, karena di perkotaan bahan bakunya sudah sulit, sehingga bisa kerja sama dengan peternak yang ada di desa-desa, yang sumber atau bahan bakunya melimpah,” tutupnya. (kim)