Ekstra Ketat di Malam Tahun Baru, 652 Petugas Turun Tangan Amankan Cianjur

DIPERIKSA : Sejumlah kendaraan yang akan melintas ke Cianjur terutama ke arah Puncak diperiksa oleh Polres Cianjur.

RADARCIANJUR.com- Jelang perayaan tahun baru 2021, Kepolisian Resor (Polres) Cianjur telah menyiapkan pasukan pengamanan. Pengamanan tidak hanya melakukan penguraian kemacetan, namun pengamanan di tempat keramaian seperti wisata yang diprediksi akan dipadati masyarakat.

Guna mengantisipasi hal tersebut, persiapan pengamanan sudah dilakukan sejak tanggal 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 mendatang.

“Sudah kita persiapkan jauh-jauh hari, ada beberapa tim yang akan turun nantinya, seperti tim gabungan dari Pemda Cianjur, TNI, Polri dan unsur lainnya untuk melakukan pemantauan,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya pun sudah menyiapkan tim pengurai kemacetan dan tim pemburu Covid-19. Dua tim ini memiliki tugas khusus dalam pengamanan malam tahun baru.

Secara teknis, tim pengurai kemacetan akan memperlancar arus lalulintas yang menjadi kepadatan di malam tahun baru dan tim pemburu Covid-19 bertugas untuk membubarkan kerumunan massa.

“Nanti malam tahun baru jangan sampai ada kerumunan, nanti akan dibubarkan. Bahkan restoran atau tempat makam itu jam 20.00 WIB harus sudah tutup,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Cianjur, AKP Alan Haikel menambahkan, anggota yang nantinya diturunkan sebanyak 652 anggota yang terdiri dari polres dan polsek setempat serta ditambah satu kompi Brimob Polda Jabar.

“Titik kerawanan itu tidak hanya kejahatan, tapi seperti kemacetan juga,” jelasnya.

Beberapa titik kemacetan tersebut yakni Pasar Ciranjang, Ramayana dan Pasar Cipanas. Di setiap titik kerawanan tersebut sudah disiapkan Pos Pengamanan (Pospam).

“Ada 12 pospam yang kita tempatkan di titik kerawanan kemacetan, nanti tugasnya memantau dan melakukan penguraian jalan,” paparnya.

Untuk di tempat wisata, turut disiapkan pos pelayanan (posyan) sebanyak enam tempat. Pos tersebut untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan di tempat wisata.

“Ada di tempat wisata juga, untuk menjaga dan mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan,” tutupnya. (kim)