Keluh Kesah Penjaja Villa di Puncak-Cianjur, Sepi Orderan, Nekat Jualan di Tengah Jalan

MENJAJAKAN: Salah seorang penjual jasa sewa Villa sedang menjajakan di tengah jalan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Libur panjang Natal 2020 dan jelang Tahun Baru (Nataru) 2021 di masa pandemi Covid-191 masih cukup berdampak pada sektor ekonomi bisnis di hampir seluruh wilayah. Termasuk yang dirasakan pelaku usaha jasa penyewaan Villa di kawasan Puncak Cipanas, Cianjur.

Bahkan sebagian dari meraka yang terkena imbas sepinya order, menjajakan jasanya itu di tengah jalan karena saking tak ada wisatawan yang akan menyewa. Tak hanya itu, beberapa juga yang meluapkan isi hatinya, dengan cara tiduran/ rebahan di bahu jalan.

Salah seorang ‘Penjaja Villa’ di desa Ciloto, yang berinisial M (40). Pria di Kecamatan Cipanas itu mengaku sangat terpuruk karena sepinya pengunjung, pasca ramai penyebaran Virus Covid-19 khususnya di Kabupaten Cianjur di libur panjang Nataru ini.

Bahkan, ia mengatakan, sempat akan menerima orderan atau booking Villa dari tamu asal Jakarta, namun karena kondisi pandemi yang belum usai, sehingga para calon penyewa vila akhirnya menunda dulu niat tersebut.

“Sekarang sulitnya tamu sangat kerasa kang. Bahkan ada yang sudah pesan untuk satu keluarga, tapi gak jadi karena kondisi dan aturan Covid-19 semakin ketat,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, dua minggu sebelum libur Nataru itu biasanya sudah banyak yang menghubungi dan akan order Vila untuk liburan di kawasan Cipanas, Cianjur.

“Jadi dengan adanya pandemi Covid-19 yang kian tak menentu, bagi kami jasa seperti ini sangat berdampak. Terlebih rata-rata kami ini tak punya lagi pekerjaan selain menjajakan Vila untuk keluarga,” katanya.

Hal sama diutarakan jasa Vila lainnya, Kodir (35). Ia menyebut bahwa sejak musim Corona ini, memang telah dirasakan sepi. Bahkan dalam satu pekan, tak pernah mendapatkan uang karena tidak ada pengunjung yang hendak sewa Vila.

“Kalau lagi rame, dalam 1 Minggu bisa mendapatkan uang Rp300-Rp400 ribu, sedangkan saat ini paling maksimal Rp100 ribu. Bahkan pernah saya tidak sama sekali mendapat uang dalam sepekan,” tuturnya.

Kodir menyebut, jika tahun-tahun sebelumnya, di libur Natal dan Tahun baru ini bisa menghasilkan uang hingga jutaan rupiah.

“Beda dengan tahun sebelumnya, Pandemi saat ini dapat Rp100 ribu dalam satu minggu juga sudah sangat bersyukur,” ujarnya.

Kodir menambahkan, untuk harga Vila sendiri yang ia sewakan, dimulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta dengan beragam fasilitas. Termasuk, ia mengaku, jika uang sewaan tersebut dirinya hanya mendapatkan lima persen saja.

“Saya hanya mendapatkan 5 persennya saja dari jumlah total diatas. Itupun posisinya pada saat sebelum pandemi Covid-19,” kata dia.

Dia berharap, bagi pemerintah dari tingkat desa hingga tingkat Kabupaten, bisa lebih memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan. Terlebih bagi para penjaja vila yang satu profesi dengan dirinya. (dan)