Tutup 2020, Polsek Pacet Musnahkan Ratusan Miras dan Obat Terlarang

PEMUSNAHAN: Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Pacet dan Cipanas melakukan pemusnahan ratusan botol miras oplosan berbagai merek dan obat terlarang. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Menutup akhir 2020, Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet melakukan pemusnahan ratusan botol minuman keras (Miras) ilegal dan oplosan berbagai merek serta obat-obatan terlarang, di Mapolsek Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (31/12/2020).

Pelaksanaan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Pacet, Camat Pacet dan Cipanas, MUI di dua kecamatan, Satpol PP, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Cipanas, serta perwakilan Organisasi masyarakat (Ormas).

Kapolsek Pacet, AKP Galih Apria. SIK. MSI. MIK mengatakan, pemusnahan itu dilakukan menyusul setelah adanya hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) dari sejumlah toko dan warung di kecamatan Pacet dan Cipanas beberapa waktu lalu.

“Jadi kami Polsek Pacet bersama unsur Forkopimcam hari ini memusnahkan barang bukti yang disita petugas usai pelaksanaan Cipkon beberapa waktu lalu,” ujar Galih kepada wartawan di Mapolsek, Kamis (31/12).

Adapun jenis Miras dan obat-obatan yang di musnahkan, AKP Galih menyebutkan, Miras berjenis Intisari sebanyk 100 botol, Miras oplosan 400 bungkus, Anggur ginseng 15 Botol, Bir Pros 6 Botol, Anggur putih 6 botol, Smirnoff 2 botol, Shoju 5 botol, Brendy 2 botol, Whine 2 botol, Arak 12 botol, Trehex 60 butir, Tramadol 40 butir, dan Eksimer 100 butir.

“Ratusan botol dan obat terlarang jenis G yang seharusnya tidak diperjualbelikan secara bebas, kita musnahkan semua,” ujarnya.

Selain itu, kata AKP Galih, untuk tindak lanjut kedepannya, pihaknya akan sangat membuka informasi dari masyarakat jika memang di lingkungan masing-masing ditemukan dan terjadi sesuatu tindak kriminalitas.

“Jadi ketika ada laporan dari masyarakat, kami akan segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti hal itu,” kata Galih.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pacet, KH. Ade Muchlis menambahkan, dengan adanya pemusnahan miras dan obat-obatan terlarang di Polsek Pacet ini, pihak MUI sangat mengapresiasi dan mendukung penuh. Sehingga diharapkan bisa menekan tingkat pengedar, penjual dan pembeli miras serta obat yang tak semestinya diperjualbelikan.

“Keberhasilan ini berkat kerja sama semua unsur. Terutama kerjasama Polsek, Danramil, Trantib Kecamatan dan juga melibatkan unsur desa-desa, termasuk para ulama khususnya di dua wilayah ini,” kata Ade.

Pihaknya sangat berharap, pelaksanaan giat operasi Cipkon dan pekat ini bisa terus berjalan konsisten. Sehingga kemaslahatan masyarakat kedepannya akan terus baik. (dan)