Ini Data Bencana Sepanjang 2020 di Cianjur, Meningkat Dibanding 2019

Grafis pergerakan

RADARCIANJUR.com- Sepanjang tahun 2020, tak sedikit bencana menerjang Kabupaten Cianjur. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, tercatat 170 kejadian bencana alam.

Dari data tersebut, 28 bencana banjir, longsor dan pergerakan tanah sebanyak 112 kejadian, serta angin puting beliung sebanyak 52 kejadian.

“Pada Januari 2020 ada sebanyak 19 kejadian. Longsor atau pergerakan tanah 17 kejadian dan angin puting beliung sebanyak dua kejadian,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan kepada RADARCIANJUR.com.

Lanjutnya, pada bulan Februari 2020, terdapat 13 kejadian bencana, di antaranya satu kejadian banjir, 10 kejadian longsor atau pergerakan tanah dan dua kejadian angin puting beliung.

Di Maret ada 31 kejadian. Banjir bandang sebanyak lima kejadian, longsor atau pergerakan tanah ada 26 kejadian. Selanjutnya, pada April 2020, ada 15 bencana di antaranya delapan kejadian banjir, enam longsor atau pergerakan tanah dan satu kejadian angin puting beliung.

“Kemudian, Mei ada tujuh, banjir cuma satu, longsor atau pergerakan tanah ada lima, angin puting beliung cuma satu,” paparnya.

Berikutnya, di bulan Juni 2020 ada 10 kejadian. Yaitu empat banjir bandang dan enam longsor atau pergerakan tanah. Sementara Juli 2020 ada tiga kejadian, yaitu dua longsor atau pergerakan tanah dan satu bencana kekeringan.

“Agustus ada lima, banjir bandang cuma satu, longsor atau pergerakan tanah ada empat. Di bulan September ada enam, longsor atau pergerakan tanah empat, dan angin puting beliung ada dua,” ungkapnya.

Pada September 2020, ada enam kejadian yaitu empat longsor atau pergerakan tanah dan dua angin puting beliung. Sementara Oktober 2020, ada 17 kejadian yaitu enam banjir, dan 11 longsor atau pergerakan tanah. Dilanjutkan di bulan November ada 21 bencana , banjir ada dua, longsor ada 13, angin puting beliung enam. Terakhir, di penghujung tahun yakni bulan Desember ada 23 kejadian, yaitu delapan longsor dan 15 kejadian angin puting beliung.

“Total bencana di Cianjur pada 2020 adalah 170 dengan longsor atau pergerakan tanah yang terbanyak yaitu 112 kejadian. Disusul angin puting beliung sebanyak 29 kejadian dan banjir 28 kejadian,” terangnya.

Dari keseluruhan kejadian bencana, sebanyak 503 rusak ringan hingga berat dan 175 rumah terendam, korban jiwa ada tujuh orang. Terdapat 294 pengungsi dan warga terdampak sebanyak 7.017 jiwa.

Data tersebut meningkat dari data sebelumnya pada tahun 2019. Saat itu, bencana di Cianjur hanya mencapai 113 kejadian.

“Di tahun 2019 kejadian banjir ada 27 kejadian, longsor 50 kejadian, angin puting beliung 23 kejadian, gempa satu kejadian dan kebakaran hutan dan lahan sebanyak 12 kejadian,” jelasnya

Secara jelas, ia memaparkan, tahun 2019 ada 263 rumah rusak ringan hingga berat dan 25 rumah lainnya terendam. Korban jiwa hanya ada tiga orang.

“Pengungsi mencapai 205 jiwa dan warga terdampak mencapai 494 jiwa,” tutupnya. (kim)