Modus Jadi Tukang Obat Alternatif, Lakukan Pelecehan Terhadap Anak di Bawah Umur

Ilustrasi Pelecehan Seksual
Ilustrasi Pelecehan Seksual

RADARCIANJUR.com – Modus sebagai tukang obat alternatif, M alias J (45) tega melakukan pelecehan seksual terhadap tiga orang anak di bawah umur. Bahkan, salah satu korbannya masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, sudah tiga orang yang menjadi korban sodomi pelaku. Selain itu, pelaku juga diketahui merupakan korban sodomi juga sehingga memiliki ketertarikan terhadap perilaku menyimpang tersebut.

“Pelakunya adalah tukang obat alternatif dan aksinya sudah dilakukan selama lima tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan memberi uang sebesar Rp30 ribu kepada korban agar mau memenuhi hasratnya itu.

BACA JUGA : Sah! PP Pelaksanaan Kebiri Kimia Predator Seks Anak

“Setelah itu mengancam korban untuk tidak memberitahukan perbuatannya pada siapapun,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, M alias J dijerat Pasal 82 ayat 1 UU RI Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam hukuman 3 sampai 12 tahun penjara dengan denda Rp60 juta sampai maksimal Rp300 juta,” paparnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Cianjur, Jujun Guntara menjelaskan, aksi bejat pelaku terhadap RZ terjadi di Kecamatan Haurwangi. Bahkan, sudah ada lima korban yang melapor ke KPAID Cianjur.

“Banyak yang melapor pada kami dan sudah ada lima korban. Salah satunya RZ yang merupakan anak kelas 5 SD,” ungkapnya.

Menanggapi kasus ini, KPAID Cianjur akan berkoordinasi dengan semua OPD terkait dalam menangani kasus pencabulan terhadap anak tersebut.

“Ini harus jadi bahan perhatian, karena bagaimanapun ini memalukan daerah kita yang ramah anak tapi ada kejadian seperti ini,” tutupnya. (kim)