Satu Hakim Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pengadilan Agama Cianjur Tutup Tiga Hari

Virus Covid-19
Virus Covid-19

RADARCIANJUR.com– Salah satu Hakim di Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan rapid antigen pada Selasa (5/1) di salah satu klinik. Kronologis berawal saat tuan S merasakan tidak enak badan pada hari sebelumnya, sehingga Kepala PA Kabupaten Cianjur menginstruksikan untuk melakukan tes rapid antigen.

Dari hasil rapid antigen, tuan S terkonfirmasi positif Covid-19. Pihak PA Kabupaten Cianjur langsung mengeluarkan surat pemberitahuan mengenai pemberhentian sementara aktivitas kantor.

Saat dikonfirmasi, Humas PA Kabupaten Cianjur, Fajar Hermawan membenarkan kabar tersebut. Saat ini, Kantor PA Kabupaten Cianjur tengah dilakukan sterilisasi selama tiga hari terhitung tanggal 6 hingga 8 Januari 2021.

“Sementara tiga hari kedepan tidak ada aktivitas kantor terhitung besok, kemudian akan dievaluasi dengan mempertimbangkan situasi yang akan datang,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Meski demikian, lanjutnya, PA Kabupaten Cianjur sudah memberlakukan pembatasan kunjungan atau pelayanan hingga pukul 12.00 WIB. Mengenai kelanjutan kebijakan tersebut, pihaknya menanti hasil evaluasi.

Selain itu, guna langkah antispasi penyebaran di lingkungan PA Cianjur, pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk dilakukan swab tes massal.

Akan tetapi, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban dari pihak Dinkes Cianjur.

“Sudah bersurat tapi infonya keterbatasan alat swab tes,” singkatnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai salah satu Hakim di PA Cianjur.

Pihaknya pun langsung melakukan tracing ke keluarga yang bersangkutan, guna mengantisipasi penyebaran.

“Iya betul, kita juga sudah tracing ke keluarga yang bersangkutan juga, baru rapid saja dan belum swab,” jelasnya.

Mengenai keterbatasan alat swab, pihaknya menyangkal. Melainkan alat swab tes tersedia, namun karena penumpukan hasil swab yang tengah diperiksa Labkesda menumpuk, menjadikan Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur menunggu informasi dari Labkesda.

“Kemarin kan banyak swab tes, jadi disana mengantri. Soalnya hasil swab jika ditunda itu enggak bagus juga, makanya kita menunggu informasi dari Labkesda. Kalau alatnya kita tersedia,” terangnya. (kim)