Sisi Lain Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Cianjur (3-Habis), Dari Teror Hingga Diancam Dibunuh

Sisi Lain JubirSatgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal.

SOSOKNYA yang ramah dan murah senyum di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur memberikan sambutan hangat bagi siapapun. Berbalut kemeja batik berwana putih dengan corak hitam menceritakan satu kalimat demi kalimat sebagai Juru Bicara Pusat Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Percepatan Kabupaten Cianjur selama kurun waktu kurang lebih satu tahun.

Laporan Abdul Aziz N Hakim, Cianjur

Tidak mudah untuk menjadi Juru Bicara Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur. Di balik tugasnya yang menjadi acuan informasi berbagai pihak, ternyata terdapat pilu tak disangka banyak masyarakat umum.

Siapa sangka. Ada bahaya yang mengancam keselamatan seorang dr Yusman Faisal ketika menjabat sebagai Jubir Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur selama kurun waktu hampir satu tahun.

Sedikit menakutkan. Kalimatnya sempat terhenti dan terbata-bata saat mengkisahkan awal kasus Covid-19 pertama muncul. Hilir mudik pesan dan telepon hinggap di gawainya. Bukan pejabat dan wartawan. Namun masyarakat yang protes mengenai informasi yang beredar.

Bingung. Dirinya mempertanyakan masyarakat mendapatkan nomor teleponnya. Tak mempermasalahkan. Namun banyak hal tak terduga yang diterimanya dalam setiap pesan dan telepon.

“Banyak yang telepon tiba-tiba protes mengenai kasus yang ramai dipublikasikan. Bahkan belum menerima,” ujarnya.

Mengejutkan. Bukan hanya menelepon dan mengirimkan pesan. Namun perbuatan tidak menyenangkan dari pesan dan telepon tersebut. Mengerikan. Ancaman pembunuhan pun pernah diterimanya.

“Terus terang, ancaman banyak. Ada yang menjelek-jelekan saya dan sampai ancaman pembunuhan. Tapi saya berpikir, saya menyampaikan informasi itu demi kepentingan yang lebih besar,” tutupnya. (kim)