Survei: Pelaku Selingkuh Ingin Divaksin Covid-19 Agar Bebas Bermesraan

(Thought Catalog)

RADARCIANJUR.com – Semua populasi dunia berharap vaksin bisa menyelesaikan pandemi Covid-19. Bahkan pelaku selingkuh juga ingin vaksin cepat tersedia. Mengapa? Agar mereka bisa aman dari Covid-19 saat sedang bermesraan dengan kekasih yang lain di luar pasangan mereka.

Itulah yang terungkap oleh survei baru dari situs kencan pengaturan perselingkuhan Ashley Madison seperti dilansir dari New York Post, Jumat (8/1).

Survei menyebut 4 dari 10 pelaku selingkuh ingin segera menerima vaksin Covid-19 sehingga mereka dapat terus melakukan perselingkuhan secara bertanggung jawab dan aman. Dalam sampel 2.400 anggota Ashley Madison, 31 persen mengatakan mereka senang dengan vaksin virus Korona serta penurunan batasan sosial pada 2021.

“Di tengah penguncian Covid-19 global, kami bertanya kepada anggota kami apakah mereka masih berkencan dengan pasangan selingkuh mereka. Banyak yang mengatakan demikian, tetapi mencatat bahwa mereka melakukan tindakan pencegahan termasuk secara teratur menggunakan pembersih tangan, menghindari orang banyak, tetap berada di luar ruangan dan menjalani tes,” kata Kepala strategi Ashley Madison, Paul Keable, kepada Fox News.

“Menerima vaksin Covid-19 akan menambah ‘perlindungan’ bagi mereka,” lanjutnya.

Paul Keable juga menjelaskan, para pelaku berselingkuh untuk melepas stres di masa yang tidak pasti. Pengguna lain mengklaim bahwa perselingkuhan membantu mereka menghindari perceraian.

“Perselingkuhan jadi dalih dan berperan penting dalam pernikahan yang langgeng,” tambah Keable.

Dalam laporan terpisah berjudul ‘Love Beyond Lockdown,’ Ashley Madison menemukan bahwa 41 persen pelaku selingkuh yang mengidentifikasi diri mencari perselingkuhan disebabkan karena kebosanan. Lalu 40 persen lainnya mengatakan pandemi mengingatkan mereka bahwa hidup itu singkat. Selain itu, 63 persen anggota Ashley Madison mengatakan bahwa mereka terlibat dalam perselingkuhan sebanyak atau lebih sering daripada yang mereka lakukan pada tahun 2019.(jawapos)