Ulama Harus Hadir di Tengah Permasalahan Bangsa

JADI BAGIAN BANGSA: Persatuan Umat Islam (PUI) menggelar kegiatan Multaqa Ulama sebagai ajang diskusi dalam memecahkan permasalahan bangsa saat ini. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Peran ulama di dalam negara menjadi salah satu yang tidak bisa dipisahkan. Ulama didorong untuk bisa menjadi salah satu kunci jawaban dalam setiap permasalahan bangsa dan negara. Sebagai upaya mempererat dan menjadi bagian dari pemecah permasalahan bangsa, Persatuan Umat Islam (PUI) menggelar kegiatan Multaqa Ulama di Pondok Pesantren (Ponpes) Izzul Islam, Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.

Diskusi tersebut dilakukan secara online dan offline. Meski turut dilaksanakan secara offline, setiap peserta yang hadir harus sudah melakukan rapid antigen dan wajib menaati protokol kesehatan (prokes).

Di acara, turut dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Cianjur, Kapolsek Karangtengah, Ketua DPW PUI Jawa Barat dan Ketua Umum DPP PUI.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rauf sangat mengapresiasi dengan diberlangsungkannya Multaqa Ulama ini. Pasalnya, hal tersebut dinilai penting sebagai pembelajaran untuk kembali membuka sejarah umat islam di Indonesia.

“Dengan adanya Multaqa Ulama ini, saya mengapresiasi berlangsungnya kegiatan ini. Karena ini penting, sebagai membuka kembali sejarah Persatuan Umat Islam hingga saat ini. Ini harus dijadikan revitalisasi perjuangan,” ujarnya.

Lanjutnya, ketika perjuangan umat islam untuk masyarakat dalam menjadikan masyarakat yang akhlakul karimah, maju dan lahir batin. Peran ulama yang sangat menonjol.

Sementara itu, Ketua DPW PUI Jawa Barat, Engkos Kosasih mengatakan, Multaqa Ulama berangkat dari kesadaran bahwa permasalahan umat, bangsa dan negara ini sangat banyak dari mulai isu HAM hingga Covid-19 dengan segala berbagai dampaknya.

“Inilah yang menjadi dasar diadakannya Multaqa Ulama. Karena ulama hadir sebagai jalan keluar dari masalah, inspirator dan bahkan sebagai komunikator dari pesan-pesan pemerintah yang bisa selaras dengan nilai islam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, PUI menjadi mitra negara, jauh sebelum negara merdeka dengan peran yang jelas yakni menjaga negara. Dengan Multaqa Ulama ini menjadi jawaban kontribusi nyata ulama PUI bagi permasalahan bangsa dan negara yang saat ini tengah ramai. Dikhawatirkan nilai demokrasi di negara ini terus menurun.

Hal senada turut disampaikan Ketua Umum DPP PUI, Nurhasan Zaedi, bahwa peran PUI jauh sebelum kemerdekaan sudah berkontribusi untuk negara.

“Kita berperan di pendidikan, dakwah dan sosial. Terlebih di era demokrasi saat ini, kualitas masyarakat harus lebih. Sehingga out put nya jelas. Ormas lah yang berperan mengkader anak-anak bangsa agar lebih berkualitas. Pemerintah harus memberikan perhatian terhadap ormas islam,” jelasnya. (kim)