Pengusaha Hewan Potong Harus Miliki Sertifikasi Halal

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, H Saepul Ulum S Ag, M Si. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pengusaha hewan potong terutama jenis ayam, sapi, dan kerbau yang ada di kabupaten Cianjur khususnya harus memiliki sertifikasi halal.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, H Saepul Ulum S Ag, M Si. kepada wartawan saat ditemui di wilayah Pacet, Cianjur belum lama ini.

“Jadi baik tempat maupun orang yang menyembelih hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) itu sudah harus paham cara menyembelih sesuai syariat Islam. Termasuk mesti tau kondisi hewan sebelum disembelih, dan yang pasti sudah memiliki sertifikasi halal,” ujar Saepul Ulum kepada radarcianjur.com.

Termasuk, kata Saepul, yang memang diperhatikan oleh MUI bahwa, pihaknya akan terus melakukan penelitian dan peninjauan langsung kepada para pengusaha RPH di Cianjur. Sehingga masyarakat yang menjadi konsumen bisa merasa nyaman dan yakin akan kehalalan hewan tersebut.

“Ketika kita melakukan terobosan seperti ini ataupun ketika masyarakat mengkonsumsi daging itu mereka merasa nyaman karena yang dimakannya itu adalah halalan toyyiban,” kata Saepul.

Peran MUI Kabupaten Cianjur khususnya dalam menyikapi isu-isu apabila terjadi di lapangan terkait bagaimana kehalalan hewan potong, pihaknya mengaku, bahwa di Cianjur itu ada yang namanya Komisi Fatwa. Tim itulah yang melakukan pembekalan kaitan dengan proses penyembelihan dan alat yang digunakan zaman modern saat ini di sejumlah RPH.

“Jadi kami dari MUI tetap berkoordinasi dengan unsur lain, seperti Dinas peternakan dan kehewanan, kemudian dengan pihak aparat untuk lebih menekankan kaitan dengan kehalalan tersebut. Sehingga kita ketika datang ke RPH suratnya sudah diluncurkan dan telah di SK kan,” kata dia.

Hingga saat ini, hasil tenemuan ketika terjadi proses penyembelihan di RPH, pihaknya menyebut, sejak tahun 2011 memang cukup banyak. Namun begitu, atas kerjasama dengan semua pihak dan pelaksanaan sosialisasi yang konsisten, para pengusaha pun dirasa sudah tertib berekonominya.

“Sosialisasi itu terus kita jalankan hingga sekarang. Satu sampai dua kali itu kami terjun ke RPH. Bahkan rencana sekarang kita akan ke RPH yang ada di Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi sudah diagendakan,” kata dia. (dan)