Dikepung Lima Wilayah PPKM, Cianjur Bakal Terapkan AKB dan Jaga Perbatasan

Periksa KTP Ciloto
GAK JELAS BALIK AJA: Sejumlah kendaraan menjalani pemeriksaan oleh petugas gabungan di pintu masuk perbatasan Bogor-Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal menerapkan pola Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) plus dan penjagaan di sejumlah perbatasan.

Hal tersebut menyusul adanya lima daerah yang mengelilingi Kota Tauco ini melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman menyebut, meski di kabupaten Cianjur tidak melaksanakan PPKM, namun pihaknya tetap akan melakukan penjagaan di perbatasan dan pola kebiasaan hidup sehat. Sebab semua wilayah yang mengelilingi Cianjur menjalankan PPKM.

“Tidak secara langsung dampaknya ada. Kita tidak PPKM, tapi karena dikelilingi yang menerapkan hal itu, jadinya seperti PPKM juga,” ujar Herman, Senin (11/1/2021).

Dengan menempatkan sejumlah petugas di pos perbatasan, menurut Herman, hal itu demi mencegah warga dari daerah lain bertempat tinggal sementara di Cianjur selagi wilayah mereka melaksanakan PPKM seperti dulu saat PSBB.

“Tapi tidak full seperti sebelumnya, pemantauannya berkala. Minimal dua hari sekali. Kami khawatir seperti tahun lalu, ketika daerah lain PSBB sedangkan Cianjur tidak, banyak warga dari luar daerah yang menetap sementara di Cianjur untuk menghindari PSBB,” tutur Herman.

Dengan adanya rencana penerapan AKB plus dan penjagaan di perbatasan, tambah Herman, hal ini guna mengimbangi daerah yang PPKM. Termasuk, lanjut Herman, sebanyak 75 persen ASN di setiap dinas akan melakukan work from home (WFH) atau bekerja di rumah.

“Awalnya 50 persen, kita naikkan jadi 75 persen yang WFH,” sebutnya.

“Statusnya tetap AKB, tapi ada plusnya. Yakni beberapa penerapan yang sama dengan daerah PPKM,” pungkasnya. (dan)