Diduga Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Forkopimcam Sidak Sekolah

DICEK: Jajaran Gugus Tugas Kecamatan Sukaluyu datangi sekolah yang diduga melaksanakan PTM. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukaluyu melakukan inspeksi mendadak ke SMK Nurul Islam di Jalan Raya Bandung. Sidak tersebut berawal adanya informasi terkait pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan sekolah tersebut.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima oleh Forkopimcam Sukaluyu mendatangi sekolah tersebut.

“Kami gugus tugas Sukaluyu melaksanakan sidak ke SMK Nurul Islam (Nuris). Ternyata di sekolah ini tidak ada kegiatan apapun. Kemarin kebetulan saya juga ke sini kebetulan tidak ada. Menurut kepala sekolahnya hanya membagikan kalender secara langsung tidak tahu inisiatif siapa kata kepala sekolah hanya membagikan kalender,” ujar Plt Camat Sukaluyu, Dadan Miharja.

Lanjutnya, selain di SMK Nuris, sidak tersebut selanjutnya akan dilakukan ke tempat keramaian seperti rumah makan dan ke pabrik-pabrik.

“Tujuannya menghindari kerumumnan orang, mengurangi kontak langsung sehingga nanti mengurangi kasus Covid-19. Mudah-mudahan dengan kami melaksanakan antisipasi seperti ini kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur berkurang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMK Nurul Islam, H Aceng Sirojudin mengungkapkan, intinya siswa itu betul-betul ingin sekali berangkat ke sekolah.

“Jadi itu bukan mis komunikasi, intinya siswa itu mereka betul betul ingin sekali berangkat ke sekolah. Isunya memang selama ini, semester dua ini proses kegiatan tatap muka akan dilaksanakan,” terangnya.

Sehingga, secara spontanitas para siswa karena memang sudah terlalu banyak di rumah mereka datang ke sekolah. Kemudian kebetulan ada program pembagian kalender.

“Karena memang di tahun tahun kemarin diberikan pada saat pelaksanaan ujian akhir sekolah, karena kemarin belum sempat diberikan karena kondisinya anak tidak ada sehingga baru kemarin,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam rangka mengevaluasi akan dilaksanakannya PKL di semester dua.

“Karena Menag PKL itu masih bisa dilaksanakan dan ada toleransi asal ada dari pihak dunia industri di pinta untuk PKL,” tuturnya.

Ditanya mengenai isu adanya kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut, ia mengaku tidak ada dan tidak dibenarkan adanya kabar tersebut.

“Kalau memang proses belajar mengajar secara formal tidak ada. Karena selama ini di depan selalu ada para petugas sehingga kami kalau melaksanakan kegiatan ini (PTM, red), sebelum masyarakat menegur, beliau beliau juga selalu mengingatkan kepada kami,” tutupnya. (kim)