Duh, Selama PJJ Beberapa Sekolah di Cianjur Kemalingan

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Kabupaten Cianjur, Cupi Kanigara

RADARCIANJUR.com- Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ternyata tidak sepenuhnya memberikan dampak positif di tengah pandemi Covid-19. Ternyata, selama berlangsungnya PJJ, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur menerima menerima laporan mengenai banyaknya sekolah yang mengalami kemalingan dengan kerugian hingga ratusan juta.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Kabupaten Cianjur, Cupi Kanigara menuturkan, selama pembelajaran daring pihaknya menerima laporan bahwa ada beberapa sekolah yang terkena musibah kemalingan.

“Kaitan dengan sekarang banyaknya sekolah yang menjadi incaran pencurian, Dinas sudah mengeluarkan instruksi terkait dengan pengamanan barang elektronik yang ada di sekolah, baik yang tahun tahun sebelumnya maupun sekarang,” ujarnya.

Cupi menegaskan, ini harus menjadi tanggungjawab para kepala sekolah bahwa harus siap mengamankan sehingga barang di sekolah tidak dicuri orang. Ia menilai, peralatan di sekolah merupakan suatu hal yang vital dalam rangka menghadapi asesmen kompetensi minimum (AKM) yang berbasis 100 persen daring.

“Kalau misalkan sekolah tersebut peralatannya sampai di curi, nanti akan kesulitan sekolah mengikuti daring. Dan bantuan sekolah itu di luncurkan pemeirntah untuk mensukseskan kegiatan AKM, atau asesmen nasional. Jadi asesmen nasional itu di dalamnya salah satunya AKM. Nah itu full daring 100 persen tidak bisa luring,” ungkapnya.

Selama pandemi Covid-19, Cupi mengaku sudah menerima laporan pencurian dari tiga sekolah. Diantaranya sekolah yang berada di Kecamatan Warungkondang, Gekbrong, dan Bojongpicung.

“Dari setiap satu sekolah kerugian bisa mencapai Rp50 juta sampai Rp100 juta, karena itu bantuan lumayan juga. Memang yang paling tahu itu polisi, karena sekolah sekolah yang mendapat musibah itu sudah melaporkan ke Polsek setempat. Ini kan salah satu hal yang mengenaskan,” jelasnya.

Lanjutnya, adanya musibah tersebut menjadi pelajaran bagi semua terutama sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan, baik bantuan tahun ini dan tahun sebelumnya agar lebih waspada dalam mengamankan barang milik negara.

“Karena batang barang tersebut dibeli dari APBN dan APBD. Jadi statusnya barang milik negara. Mudah-mudahan ke depan para kepala sekolah lebih perduli akan keamanan peralatan yang diberi pemerintah,” terangnya. (kim)