Minyak Jelantah Jangan Dibuang, Jual Saja ke Bumdes Sukatani Pacet, Harga Rp 4 Ribu Perkilo

DIBELI: Bumdes Sukatani Pacet tampung dan siap membeli minyak jelantah dari warga. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bagi masyarakat yang memiliki minyak kelapa bekas atau biasa disebut jelantah, tak harus dibuang percuma.

Justru hal itu bisa menjadi pundi-pundi uang bagi warga yang memiliki minyak jelantah. Karena Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Karya Mandiri yang berada di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur menampung dan membeli minyak tak layak pakai itu dengan harga Rp 4 Ribu per kilogram.

Direktur Bumdes Karya Mandiri, Asbim Misbahudin mengatakan, demi meningkatkan pemberdayaan dan ekonomi kreatif di lembaganya, Bumdes kini menampung minyak jelantah dengan harga cukup tinggi di pasaran.

“Jadi selain usaha-usaha yang sudah dijalani di Bumdes selama ini, kami kini berinovatif untuk menampung dan membeli jelantah dari masyarakat siapapun dengan harga Rp 4 Ribu per kilo,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at ( 15/1/2021).

Dirinya menyebut, beberapa yang kini telah menjadi rekanan bisnis minyak tak layak itu. Misalnya seperti tukang nasi goreng, rumah makan, dan dari warga sekitar yang memang bersedia menjual jelantah itu.

“Sekarang ini kami masih merintis usaha jasa minyak jelantah itu. Semingu bisa menghasilkan beberapa jerigen,” ujarnya.

Ia mengatakan, tak ada kualifikasi atau jenis khusus minyak jelantah yang ia terima. Semua macam bekas minyak tak layak itu bisa diterima dan dihargai.

“Apa aja sih kang. Mau itu bekas gorengan, masakan lain, dan termasuk bekas goreng asin pun kami terima. Asal bersih saja,” kata dia.

Ia berharap, warga dan pebisnis lain yang menggunakan minyak kelapa, tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena dengan begitu, semua bisa menjadi bermanfaat dan tak sia-sia alias mubadzir.

“Jadi bagi warga yang akan menjual minyak jelantah itu bisa langsung datang ke kantor Bumdes Sukatani, ataupun kami dari Bumdes yang siap datang ke tempat warga yang hendak menjual jelantah itu,” pungkas Asbim. (dan)