Kapolsek Pacet Beberkan Kronologis Robohnya Ponpes Al Madaroh Cipanas

Jajaran kepolisian, TNI, BPBD, dan semua unsur yang ada saat diwawancarai terkait robohnya Ponpes di desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kepala kepolisian sektor (Kapolsek) Pacet, AKP Galih Apria memberikan penjelasan sementara terkait robohnya pondok pesantren di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, kabupaten Cianjur, Sabtu (16/1/2021) waktu Magrib.

Dirinya memaparkan dugaan awal robohnya bangunan tersebut, diakibatkan beban yang begitu berat ataupun konstruksi yang tidak bisa menahan daripada bangunan itu, sehingga terjadi ambruk.

“Jadi ada tiga lantai dan 24 kamar di ponpes itu. Satu lantai Madrasah, lantai dua dan tiga diisi oleh santri, yang kebetulan sebagian tengah persiapan menjalankan shalat Maghrib,” tutur AKP Galih saat diwawancarai di lokasi kejadian, Sabtu malam.

BACA JUGA : Bangunan Pesantren di Batulawang Cipanas Ambruk Timpa Belasan Santri

Kini pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan pondok pesantren terkait bagaimana proses evakuasi dan pengecekan jika ada dugaan santri yang masih ada atau tidak ada.

“Insya Allah ini cobaan bagi Pesantren Al Madaroh Batulawang, Cipanas Cianjur. Kita sama sama dengan pihak TNI, BPBD, Retana, dan unsur lain memastikan apakah di dalam reruntuhan itu masih ada atau tidak santri,” tuturnya.

Termasuk, pihaknya juga telah mengecek ke rumah sakit Cimacan, berapa banyak korban yang telah dievakuasi dan menjalani perawatan pasca robohnya ponpes itu.

“Ada sekitar 11 orang yang masuk ke RSUD Cimacan dan lima sudah kembali. Sisanya masih dirawat. Hingga saat ini belum ada informasi korban jiwa yang meninggal, Alhamdulillah,” kata dia.

Setelah dipastikan evakuasi bangunan hingga tak ada korban lagi, baru pihaknya akan melakukan penyelidikan.

“Setelah berkoordinasi, kemungkinan tetap akan menggunakan tenaga kita dulu. Termasuk mengerahkan anjing pelacak. Jadi kita standby kan saja untuk melacak lokasi bangunan ponpes ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan yang lainnya, kerana ini masih masa pendemi Covid-19, maka diharapkan bagi orang yang tidak berkepentinga, untuk tetap tinggal di rumah saja.

“Bagi orang yang tidak berkepentingan tentunya masyarakat untuk tidak berkerumun, dan diharapkan bisa tinggal di rumah saja,” pungkasnya. (dan)