Semua Pihak Upayakan Bangun Kembali Ponpes Al-Madaroh

EVAKUASI: Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Tagana, Pramuka, PMI serta sejumlah relawan bahu membahu mengevakuasi puing-puing runtuhnya bangunan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur Jawa Barat

RADARCIANJUR.com – Pasca ambruknya pondok pesantren Al-Madaroh di Kampung Loji Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Cianjur beberapa waktu kemarin, semua pihak akan mengupayakan untuk membangun kembali bangunan tiga lantai tersebut.

“Kami dari pemerintah Desa sudah membentuk panitia kecil untuk penanggulangan robohnya bangunan ponpes itu. Termasuk mulai mencari donatur dan membuat laporan ke dinas dan instansi terkait,” ujar Kepala Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, H. Nanang Rohendi kepada radarcianjur.com, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut, Nanang menyebut, pagi tadi pun sekitar pukul 09.00 WIB, pihaknya kedatangan Wakil Ketua DPRD provinsi Jawa barat dari partai Golkar, Pak Ade Barkah untuk meninjau langsung lokasi terdampak bencana.

“Jadi Alhamdulillah sumbangsih dari semua pihak kini telah berdatangan terus. Termasuk dari Pemkab pun sudah ada upaya dan perhatiannya. Diantaranya dari Dinas pertanian bidang ketahanan pangan yang meninjau juga memberikan sumbangsihnya berupa beras,” kata dia.

“Sudah jelas juga dari BPBD pasca terjadinya bencana kemarin pun telah memberikan perhatian dan penanganan yang baik di sini,” tambahnya.

Termasuk, kata Nanang, Pemdes pun bersama unsur lainnya jelas akan mengupayakan membangun kembali pesantren itu. “Mudah-mudahan kita bisa sama-sama membangun lagi bangunan ponpes Al Madaroh itu semaksimal mungkin,” tukas dia.

Sementara itu secara terpisah, langkah yang telah dilakukan Polsek Pacet pasca evakuasi puing-puing bangunan dari ambruknya ponpes di Batulawang itu, Kapolsek Pacet AKP Galih Apria mengatakan, pihaknya mengupayakan terlebih dahulu pembebasan biaya perawatan bagi korban/ pasien yang tertimpa musibah kemarin.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) Cimacan untuk membebaskan biaya pengobatan 11 santri kemarin,” kata Galih saat dikonfirmasi.

Selain itu, Kapolsek menyebut, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk mendalami peristiwa robohnya ponpes di sana.

“Kalau soal pendalaman penyebab ambruknya bangunan pesantren itu, mungkin kami masih menunggu waktu yang pas,” kata dia.

Termasuk, dirinya juga mengajak kepada semua pihak untuk memberikan support yang baik bagi warga pesantren disana.

“Dengan dukungan semua pihak alhamdulillah 11 santri sudah mulai pulih kembali, dan kita akan bangun pesantren tersebut bersama,” tuturnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Cianjur, Moch Irvan mengatakan, pasca evakuasi bangunan, pihaknya bersama Forkopimcam Cipanas yang dibantu relawan telah mendirikan posko bantuan yang di pusatkan di dekat kantor desa Batulawang.

“Jadi kita juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak khususnya forkopimcam di sana supaya bisa saling monitor. Termasuk jika ada yang akan memberikan bantuan-bantuan,” kata dia.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinsos Cianjur terkait penyaluran bantuan disana,” sambungnya. (dan)