Tim Gabungan Sidak Pabrik di Cianjur, Pastikan Terapkan Prokes Covid-19

Tim gabungan sidak pabrik-pabrik di Cianjur. Sidak tersebut bertujuan agar semua pihak termasuk pabrik menerapkan prokes Covid-19. Foto : Fadil/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Tim gabungan inspeksi mendadak (sidak) menemukan separuh buruh dari tiga pabrik di Kabupaten Cianjur sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas pasca penyebaran Covid-19.

Tim Gabungan yang berjumlah 19 orang ini menemukan fakta bahwa tiga pabrik yaitu, Aurora, Yupi, dan Cisarua, telah mengurangi karyawan sebesar 50 persen.

“Kami temukan fakta tiga pabrik ini sudah mengurangi jumlah karyawan sebanyak 50 persen dan tidak berkerumun atau bergerombol,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Sumber Daya Alam (SDA) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur Iwan Purnawan ditemui setelah melakukan sidak, Senin (18/1).

Sidak terdiri dari Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan ke tiga pabrik dalam rangka monitoring pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk penanganan Covid-19 di Cianjur.

Iwan menjelaskan, monitoring adaptasi kebiasaan baru dalam penanganan Covid-19 dilakukan karena Cianjur menerapkan AKB plus sampai dengan 25 Januari 2021.

“Alhamdulillah sementara hasil monitoring dan evaluasi yustisi di tiga pabrik yakni Aurora, Pabrik Yupi, dan pabrik Cisarua kulit mengikuti protokol kesehatan dengan para pekerja mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak (3M). Insya Allah besok (hari ini,red) kita monitoring evaluasi (monev) lagi sampai tanggal 25 Januari,” terang Iwan.

Menurutnya, selain menginspeksi kerumunan dan jumlah pekerja, pihaknya juga menginspeksi sarana prasarana seperti tempat cuci tangan, ketersediaan hand sanitizer, dan kelengkapan masker serta sarung tangan bagi pekerja dengan risiko besar.

“Saya melihat sarana dan prasarana juga tersedia, Alhamdulillah tiga pabrik di hari pertama kami sidak sudah menerapkan protokol Covid-19,” ungkapnya.

Iwan berharap, penerapan protokol Covid-19 terus diterapkan dan tak hanya dilakukan saat monitoring pelaksanaan AKB plus saja. “Besok (hari ini,red) kami akan monitoring ke tiga pabrik lagi, semoga semua berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Tujuan dari monitoring juga bukan bertujuan untuk menakut-nakuti atau mencari kesalahan dari pabrik, tapi lebih kepada mengingatkan agar semua pihak terutama pabrik yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah banyak menerapkan protokol Covid-19.

“Kami mengingatkan, karena protokol kesehatan harus tetap diterapkan dimanapun terutama di kawasan dengan banyak orang,” ungkapnya.(dil)