Cianjur Akan Perpanjang Pembatasan Kerumunan

DIBATASI: Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai dan Dandim 0608/Cianjur Letkol kav. Ricky Arinuryadi turun langsung melakukan operasi yustisi di Pasar Muka dalam rangka pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).(dok Radar Cianjur).

RADARCIANJUR.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir pada tanggal 25 Januari 2021, akan diperpanjang oleh Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur. Pasalnya, evaluasi hasil dari PSBB bisa dilihat dan ditentukan hasilnya setelah dua kali diberlakukan.

“PSBB ini akan ada evaluasinya dan saya rasa tidak cukup hanya 14 hari jadi ada perpanjangan biasanya,” ujarnya.

Lanjutnya, evaluasi tidak bisa dilakukan jika PSBB hanya dilakukan satu kali. Khususnya jika dikaitkan dengan penambahan kasus Covid-19.

“Evaluasi PSBB biasanya setelah digelar dua kali, karena kalau satu kali itu belum bisa dievaluasi apalagi dikaitkan dengan kasus baru, jadi harus dua kali minimal, jadi bisa dievaluasi dengan penerapan PSBB ini apakah dampak terhadap penurunan kasus,” ungkapnya.

Besar kemungkinannya PSBB di Cianjur diperpanjang setelah ini. Ia mengungkapkan, hal itu bisa lebih efektif.

“Kemungkinan ada perpanjangan karena selama ini kita baru bisa efektif kalau sudah dua kali PSBB,” jelasnya.

Sebelumnya, Yusman menjelaskan, pembatasan yang paling utama saat ini adalah di perbatasaan Cianjur. Khususnya yang berbatasan dengan zona merah seperti Bogor dan Bandung Barat.

“Yang terutama pergerakan masyarakat, ada pembatasan di wilayah perbatasan Cianjur terutama sasarannya untuk yang dari luar ke Cianjur. Khususnya yang berbatasan dengan zona merah seperti Bogor, dan KBB, itu yang utama dan akan dilakukan secara terus menerus,” paparnya.

Sementara untuk pembatasan di Cianjur yakni membatasi aktifitas masyarakat yang berpotensi kerumunan massa. Hingga kegiatan restoran dan cafe pun dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

“Dari sektor agama kita memperketat protokol kesehatan, pendidikan tidak dianjurkan tatap muka, izin keramain juga sudah mulai tidak diiberikan, restoran dan cafe juga dibatasi kegiatannya sampai pukul 19.00 WIB,” terangnya.

Yusman mengimbau kepada masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

“Mohon masyarakat yang tidak berkepentingan tetap di rumah, dan kalau keluar rumah harus menggunakan protokol kesehatan,” harapnya. (kim)