Soal Vaksinasi Covid-19, PMII Jabar: Kang Emil Harus Kasih Reward ke Warga

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) dan Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana (kedua kiri) mendampingi penyanyi Nazril Irham atau Ariel (tengah) menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 di ruang Poliexecutive, Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Kamis (14/1). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) yang telah dimulai sejak Kamis (14/1) di tujuh daerah diantaranya Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, dan Cimahi, serta Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, menuai respon dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jabar.

Ketua PMII Jabar, Fachrurizal menilai, perlu menambahkan stimulasi agar pelaksanaan vaksinasi di Jabar mendapat dukungan dari masyarakat.

“Untuk suksesnya agenda vaksinasi, hemat kami Gubernur Jabar, kang Emil harus mempertimbangkan reward bagi masyarakat yang mau divaksin, dan menghindari denda atau funishment,” ujar kang Fras begitu ia akrab disapa, dalam rilis yang diterima radarcianjur.com, Selasa (19/1/2021).

Menurut Fras, dengan adanya reward tersebut tentunya akan bisa memicu dukungan positif di masyarakat.

“Kalau masyarakat distimulan oleh reward yang pantas, misalkan mendapat sertifikat dan tidak perlu rapid atau swab saat bepergian, saya rasa warga Jabar akan lebih antusias terlibat dalam mensukseskan agenda vaksinasi Covid-19 ini,” kata dia.

Tetapi sebaliknya, ketika kebijakan untuk memberikan denda kepada masyarakat yang tidak mau menerima vaksin, justru hanya akan mendatangkan perlawanan.

“Mau menerima atau menolak vaksin itu kan hak setiap orang, bukan jadi kewajiban. Maka menurut saya akan keliru jika untuk suksesnya agenda vaksinasi itu kemudian Kang Emil menerapkan sangsi terhadap masyarakat yang menolak vaksin. Ini masyarakat bisa terpicu untuk melawan.” tegasnya. (dan)