KPM di Desa Pagelaran Terima Bantuan Berupa Ayam Hidup, Kok Bisa?

RADARCIANJUR.com- Permasalahan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Cianjur kembali ramai. Baru-baru ini, bansos vir dikarenakan barang yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran menerima berupa ayam yang dalam keadaan hidup.

Bukan hanya satu saja. Hampir seluruh KPM menerima ayam hidup tersebut. Padahal, dalam aturannya bantuan diberikan dalam bentuk komoditi hewani atau hewan yang sudah dipotong

Kejadian tersebut juga sempat viral di media sosial Instagram dan WhatsApp yang dimana potongan fotonya dibuat video.

Seorang warga Kecamatan Pagelaran berinisal GM, mengungkapkan, dirinya merasa heran karena diberi ayam hidup sebagai komoditi hewani.

Tanpa ada alasan. Dirinya tidak mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut.

“Aneh mengapa diberi ayam hidup, kan biasanya ayam potong siap masak. Kita datang ke e-Warung saat pencairan langsung diberi ayam hidup,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan hal tersebut karena dianggap menjadi rumit sebab mereka harus memotong terlebih dahulu sebelum dimasak.

“Susah karena harus motong dulu. Kalau dulu kita langsung masak dan sekarang jadi ribet,” paparnya.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Pagelaran, Rachmat Rusyandi. Ia mengungkapkan KPM mendapatkan ayam hidup baru kali ini terjadi. Pihaknya pun merasa bingung mengapa komoditi hewani dari ayam potong menjadi ayam hidup.

“Iya betul, KPM dapat ayam hidup saat pencarian bulan Januari. Kita juga bingung gak tau alasannya kenapa jadi ayam hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi mengatakan, perih diterimanya ayam hidup tak sedikit masyarakat yang setuju dengan hal tersebut.

“Masalahnya kalo yang setuju bisa dipelihara, yang tidak kan mereka bingung mau diapakan. Kita di komisi apa yang tercantum dengan peogram BPNTnya kalau daging ya harus daging, kalau aturannya ayam ya ayam,” jelasny.

Lanjutnya, suplier pun harus mengikuti aturan jangan bikin aturan sendiri.

“Nanti komisi jadwalkan kunjungan kelokasi yang memberikan ayam hidup dan dalam waktu dekat komisi akan memanggil para camat, e-warung, tksknya dan Bank BRI serta Kadinsos,” tegasnya.

Selanjutnya, pihak-pihak tersebut pun diminta untuk memberikan penjelasan mengenai permasalahan bantuan terhadap masyarakat yang semakin kacau.

“Saran kita mending yang ada aja supaya penerimanya bisa memasak dan pertambahan gizi untuk masyarakat. Kalau dikasih ayam hidup nanti enggak mau dipotong ayam hidup malah dipelihara,” tuturnya.

Pihaknya pun tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang merugikan masyarakat dan bahkan melanggar aturan. Menurutnya, persaingan dalam bisnis diperbolehkan. Namun jangan sampai mengorbankan atau menjadikan masyarakat sebagai umpan.

“Silahkan saja berbisnis tapi yang sehat, jangan masyarakat yang jadi korbannya. Sudah terdampak Covid-19, diperparah lagi dengan bantuan yang tidak sesuai,” tutupnya. (kim)