Lampard Dipecat, Chelsea Bidik Mantan Pelatin PSG

Frank Lampard

RADARCIANJUR.com – Chelsea memutuskan memecat manajer Frank Lampard hari ini. Menurut keterangan resmi Chelsea, keputusan pemecatan Lampard adalah sebuah kebijakan yang sangat sulit untuk dilakukan.

“Ini adalah keputusan yang sulit bagi klub, bukan cuma karena saya memiliki hubungan personal yang hebat dengan Frank, tetapi karena saya respek kepadanya,” ucap pemilik Chelsea Roman Abramovich sebagaimana dikutip situs resmi klub.

“Dia adalah sosok yang penuh integritas dan memiiki etos kerja yang tinggi. Namun, berdasarkan situasi terkini, kami yakin bahwa keputusan terbaik adalah melakukan pergantian manajer,” imbuh Abramovich.

“Atas nama semua orang yang ada di klub, dewan direksi, dan atas nama pribadi, saya ingin berterima kasih kepada Frank atas kerjanya sebagai head coach dan kami berharap dia sukses di masa depan. Dia adalah ikon yang sangat penting untuk klub luar biasa ini. Dan nilainya tidak akan berkurang. Dia akan selalu diterima kembali secara hangat di Stamford Bridge,” tambah Abramovich.

Chelsea memang belum mengumumkan siapa pengganti Lampard. Namun, berdasarkan sumber The Athletic, mantan pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel akan masuk untuk menjadi manajer baru Chelsea.

Sebelum dipecat, Tuchel mengantarkan PSG meraih dua gelar Ligue 1 secara back-to-back pada 2019 dan 2020. Selain itu, Tuchel juga memimpin PSG untuk menembus final Liga Champions musim lalu.

Awalnnya, Chelsea menawarkan kursi manajer Chelsea kepada mantan pelatih RB Leipzig Ralf Rangnick. Selain itu, Chelsea juga sempat menjajaki perekrutan pelatih Leipzig saat ini Julian Nagelsmann. Tetapi kabarnya semuanya kandas dan Chelsea akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Tuchel.

Lampard dipecat disebabkan karena hasil buruk di Premier League. Walaupun menjalani start bagus pada awal musim, Lampard hanya mampu memberikan dua kali kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di liga.

Selain itu, Lampard diisukan berkonflik dengan sejumlah sosok dalam skuad. Terutama dengan para pemain yang tersingkir dari starter. Banyak pemain yang mengeluh tidak mendapatkan instruksi taktik yang jelas dari Lampard.

Para pemain juga merasa Lampard tidak menunjukkan empati ketika mereka dihajar oleh publik akibat penampilan buruk di liga. Bahkan, kabarnya, relasi Lampard dengan direktur Chelsea Marina Granovskaia juga memburuk.

Chelsea sejatinya menaruh ekspektasi tinggi kepada Lampard. Pada awal musim ini, The Blues mengeluarkan lebih dari GBP 200 juta atau sekitar Rp 2,815 triliun untuk membeli nama-nama seperti Ben Chilwell, Kai Havertz, Timo Werner, Edouard Mendy, dan Hakim Ziyech.

Namun, Lampard dianggap telah gagal untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari barisan pemain mahalnya tersebut.(jpc)