Dilanjutkan, PSBB Cianjur Hingga 8 Februari 2021

DIPERPANJANG: Forkopimda Kabupaten Cianjur sepakat untuk memperpanjang PSBB atau AKB di Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Kemarin (25/1), Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) telah selesai. Namun, ternyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) telah memutuskan untuk melanjutkan hingga tanggal 8 Februari 2021 setelah melakukan rapat evaluasi pada hari Senin (25/1) di Bale Prayoga Pendopo Cianjur.

Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman mengatakan, proses PSBB atau AKB di Cianjur dinilai berhasil. Pasalnya, dilihat dari sejumlah faktor, salah satunya adalah jumlah pasien di rumah sakit yang mulai berkurang.

“Hal itu dilihat dari jumlah pasien di rumah sakit. Di RSUD Sayang pasien berkurang hingga 50 persen, di RSDH tinggal 65 persen, di RSUD Cimacan berkurang 75 persen. Sehingga AKB di Cianjur ini saya nilai cukup berhasil,” ujarnya.

Selain itu, hal tersebut sesuai tanggapan dari kebijakan pemerintah pusat dan provinsi yang mengharuskan PSBB atau AKB di Cianjur diperpanjang.

“Tentunya ada kebijakan baru dari pusat, AKB diperpanjang dua pekan lagi sampai 8 Februari 2021, saya sangat mendukung perpanjangan ini,” tuturnya.

Selain itu, ia pun berharap dengan diperpanjangnya PSBB atau AKB di Kabupaten Cianjur bisa semakin menurunkan kasus Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan perpanjangan ini bisa menurunkan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur dan semua pihak terus menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai menjelaskan, ia mengaku sudah melihat ada peningkatan kesadaran di masyarakat meskipun masih ada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes).

“Kita melihat sudah mulai ada peningkatan kesadaran tapi kita tetap bahwa situasi masih adanya ditemukann yang tidak pakai masker dan kurang menjaga jarak kita akan tetap melakukan sosialisasi kalau bisa pembubaran,” paparnya.

Terkait dengan perpanjangan PSBB atau AKB, Rifai menyebut hal itu merupakan kewenangan dari Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman.

“Itu kewenangan dari bapak bupati sebagai ketua gugus tugas. termasuk apakah akan diperpanjang atau tidak,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan bekerja sama berupaka memutus rantai virus Covid-19.

“Kepada masyarakat terkait protokol kesehatan ahwa kita tetap menjaga kesehatan kita berusaha memutus rantai virus Covid-19 ini dengan 5M yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” imbaunya. (kim)