Parah! Oknum Pendamping PKH Korupsi Uang Bansos Ratusan Juta Rupiah

BERANTAS KORUPSI BANSOS: Satreskrim Polres Cianjur berhasil mengamankan PI, tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial untuk PLH. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Tersangka kasus korupsi uang bantuan sosial (bansos) yang dilakukan oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cianjur, berhasil dibekuk oleh Polres Cianjur. Bukan hanya satu saja, namun 17 bansos sikat oleh tersangka yang berinisial PI.

Selain itu, PI melancarkan aksinya sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 dengan total uang yang berhasil diraup sebesar Rp107 juta. Penangkapan tersebut berawal dari laporan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tak kunjung menerima dana bansos dan akhirnya mendatangi Polres Cianjur. Dari laporan tersebut, langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polres Cianjur.

BACA JUGA : KPM di Desa Pagelaran Terima Bantuan Berupa Ayam Hidup, Kok Bisa?

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, pelaku sudah melaksanakan korupsi program PKH sejak ditetapkan sebagai pendamping pada 2017 sampai 2019.

“Total uang yang diambil oleh pelaku mencapai lebih dari Rp107 juta,” ujarnya dalam konferensi pers.

Lanjutnya, pelaku yang merupakan seorang sarjana pendidikan diamankan bersama sejumlah barang bukti seperti berkas pengangkatan pendampingan PKH dari 2017 hingga 2019, satu berkas data bayar Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, 17 rekening koran atas nama korban dan 17 ATM berwarna merah.

“Sejak 2017 sampai 2019, PI memang diangkat menjadi pendamping PKH. Namun, PI mencairkan semua uang KPM untuk kepentingan pribadinya,” paparnya.

Rifai menjelaskan, para penerima bantuan statusnya adalah korban dan pelapor. Mereka mempertanyakan soal bantuan PKH yang masih belum cair.

“Ternyata semua uang dicairkan dan diambil oleh tersangka,” ungkapnya.

BACA JUGA : Polemik Bansos di Cianjur jadi Sorotan Anggota MPR RI, Kadinsos Terancam Dicopot

PI sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2020. Namun, baru diamankan pada 6 Januari 2021 di Kampung Babakan Rt 01/RW 01 Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang.

“Pelaku diancam dengan pasal 8 Undang-undanNomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pindana korupsi dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutupnya. (kim)