60 Nakes di Cianjur Divaksin Perdana

PERDANA: 60 orang dari 350 tenaga kesehatan (nakes), giliran pertama menjalani vaksinasi yang dipusatkan di RSUD Cianjur, kemarin.(Foto:Hakim/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Vaksinasi dilakukan lebih awal di Kabupaten Cianjur. Sebanyak 60 orang tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cianjur menjalani vaksinasi dalam tiga sesi.

Setiap sesi divaksin 20 orang nakes. Secara keseluruhan jumlah nakes yang masuk pada vaksinasi pada gelombang pertama sebanyak 350 orang nakes.

Secara simbolis suntikan vaksin pertama diberikan pada Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Cianjur, dr Eva Fatimah.

Dalam prosesnya, nakes terlebih dahulu diperiksa kondisi kesehatannya. Jika dirasa baik, maka proses vaksinasi langsung dilakukan. Setelah melakukan vaksinasi, nakes akan masuk ke dalam ruang observasi menanti reaksi vaksin selama kurang lebih 30 menit.

BACA JUGA : Vaksinasi di Pendopo Cianjur, Unsur Influencer Diwakilkan oleh Atep

“Alhamdulillah vaksinasi pertama dilakukan di RSUD Cianjur dan saya menjadi orang pertama yang menerima vaksin. Ini sebagai salah satu contoh kepada teman-teman nakes yang lain agar turut berpartisipasi divaksin,” kata Wadir Pelayanan RSUD Cianjur, dr Eva Fatimah.

Lanjutnya, setelah melakukan vaksin dan menjalani observasi selama kurang lebih 30 menit. Dirinya mengungkapkan tidak merasakan apapun, hanya pada awal divaksin sedikit terasa pegal di bagian tangan kiri.

Selain itu, vaksinasi gelombang kedua nanti dilaksanakan setelah kurun waktu kurang lebih dua minggu pasca vaksinasi gelombang pertama dilakukan. Pasalnya vaksinasi tidak dilakukan satu kali saja. “Tidak ada yang dirasa, hanya pegal saja sedikit tadi pada saat divaksin,” ujarnya.

Eva pun berharap, dengan dilakukannya vaksinasi ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh khususnya nakes yang melaksanakan tata laksana pelayanan Covid-19. Selain itu diharapkan menjadi salah satu jalan agar terhindar dari Covid-19.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, dipercepatnya vaksinasi kepada tenaga kesehatan tersebut merupakan instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Instruksi dari Kementerian Kesehatan, karena kita tidak mengetahui seberapa lama terbentuknya antibodi dalam tubuh. Maka dari itu dipercepat,” ungkapnya.

Langkah ini juga sebagai percepatan dalam mencapai herd immunity yang ditargetkan dalam satu tahun seluruh masyarakat Indonesia sudah tercapai vaksin Covid-19.

Saat ini, distribusi dari gudang farmasi ke rumah sakit sebanyak 700 dosis vaksin. Namun, dikarenakan berbagai kendala seperti input data ke Kemenkes, hanya dilakukan terhadap 60 nakes.

“Sebetulnya di hari pertama ini distribusinya 700 dosis, namun karena berbagai kendala seperti input data ke pusat, kita lakukan terlebih dahulu kepada 60 orang,” jelasnya.(kim)