Warga Pilih Pelihara Ayam Program BPNT

Caption Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur melakukan Sidak. (Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur melakukan Sidak ke keluarga pemanfaat program BPNT di Kecamatan Pagelaran, Kamis (28/1/2020)

Hasilnya, keluarga pemanfaat BPNT yang merima ayam kampung hidup menolak untuk menyembelihnya, mereka memilih ayam tersebut untuk dipelihara, bahkan ada juga yang mengingikan daging ayam potong yang siap konsumsi.

Seorang warga Kampung Puncaksari RT 05/06, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Oom (55) mengaku masih menginginkan daging ayam atau daging sapi siap konsumsi.

“Kemarin saya menerima paket bantuan ayam hidup, tahu, telur, beras, jeruk, wortel kentang, inginnya sih daging siap konsumsi saja,” kata Oom kepada unsur muspika dan desa yang ikut mendampingi para anggota dewan

Hal berbeda dikatakan oleh Ika Pujoharini (54) di kampung yang sama. Ia menyebut lebih memilih ayam hidup karena bisa dipelihara dan kalau sudah agak besar bisa dipotong.

“Ini buktinya masih saya pelihara, nanti kalau anak saya dari Bandung pulang mau saya potong,” katanya.

Namun, kata Ika, saat anaknya datang malah disuruh memelihara ayam tersebut dan jangan dipotong.

Hal senada dikatakan oleh, Neng Rohaeti (41), ia berkata mau diberi apapun sudah bersyukur asalkan semua produknya bagus.

“Saya bersyukur, paketnya bagus bagus, ayamnya juga saya pelihara, kalau saya mau dikasih apa saja bersyukur,” katanya.

Seorang warga lainnya yang tercoret dari daftar namun karena pertimbangan hidup sendiri dan tidak melihat ia diberi bantuan. Warga yang bernama Masliah (48) asal Kampung Sindangkerta, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur juga memelihara ayam bantuan tersebut.

“Nanti saya mau cari betinanya biar beranak pihak,” kata Masliah

Kepala Desa Pagelaran, Rachmat Rustandi, di wilayahnya ada 526 penerima bantuan namun dikoreksi atau berkurang sekitar 74 KPM.

“Jadi ada penerima BPNT, PKH, dan BST juga,” kata Rachmat.

Ketua Komisi D DPRD Cianjur Sahli Saidi mengatakan hasil sidak ternyata banyak warga yang ingin memelihara namun sebenarnya kerugian bagi warga karena seharusnya penerima bantuan tersebut menerima daging siap konsumsi.

“Tapi ke depan sebaiknya penyalur memberikan bantuan daging siap konsumsi baik itu daging ayam atau daging sapi,” katanya.

Ia mengatakan, sidak dilakukan karena viralnya bantuan ayam hidup dalam program BPNT di Kecamatan Pagelaran.

Camat Pagelaran Deni Widia Lesmana mengatakan, untuk jumlah desa di Kecamatan Pagelaran ada 14 desa, namun tak merata mendapat ayam hidup.

“Ada beberapa agen yang menyalurkan ayam hidup dan sebagian daging sapi,” katanya.

Ia mengatakan, hampir separuhnya warga mendapat bantuan ayam hidup dari jumlah desa yang ada.

“Hasil evaluasi kami penyaluran berikutnya agen harus menyalurkan daging siap konsumsi, semoga dengan daging siap konsumsi nanti warga yang biasanya tak makan daging jadi ikut merasakan makan daging,” katanya.(dil)