Pelanggar Prokes di Cianjur Masih Tinggi

DISANKSI: Sejumlah pelanggar telah diberikan sanksi oleh petugas. (Foto dok Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Selama penyelenggaraan operasi Yustisi yang dilakukan oleh Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur dari mulai 27 Juli 2020 -10 Januari 2021, banyak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes) seperti tidak menggunakan masker. Bahkan, tak sedikit badan usaha pun ikut terjaring operasi tersebut.

“Kita pelaksanaan operasi Yustisi penerapan disiplin dan penegakah hukum itu dimulai pada tanggal 27 Juli 2020 pada waktu terbitnya peraturan Gubernur no 60 tahun 2020,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi.

Hendri melanjutkan, sampai saat ini pelaksanaan operasi yustisi masih terus dilakukan mengingat kasus Covid-19 belum usai.

“Nah sampai kemarin itu pelaksanaan operasi Yustisi dan penegakan hukum itu terjaring sebanyak 17.016 pelanggar, ini pelanggar perorangan dan badan usaha, serta campuran,” ungkapnya.

Ketika Cianjur melaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) sejak diberlakukan pada tanggal 11 Januari 2021, kemudian diperpanjang lagi sampai sekarang ini tercatat 1.777 pelanggar.

“Mereka (pelanggar prokes, red) kebanyakakan tidak memakai masker,” singkatnya.

Ia juga mengungkapkan, kebanyakan pelanggar yang terjaring operasi yustisi yakni remaja dan dewasa dengan berbagai alasan.

“Alasan mereka klasik, lupa cuman bepergian gak jauh. Sanksinya lisan dan tertulis dan kita berikan satu buah masker,” paparnya.

Ia juga menyebutkan, jika dilihat dari cek poin, per harinya ada kenaikan namun tidak signifikan.

“Kita dalam satu hari dalam cek poin di sekitaran kota Cianjur itu sekitar pelanggar itu 15-30, kalau sekarang satu hari sampai 40-50 pelanggar dalam satu cek poin. Saya kira kita jangan kendor untuk penerapan disiplin ini,” tutupnya. (kim)