Plasma Darah Bisa Jadi Obat Covid-19? Ini Kata Satgas Covid-19

Ilustrasi (Jawapos)

RADARCIANJUR.com- Plasma darah digadang-gadang bisa menjadi obat Covid-19. Namun, tidak dengan mudah. Perlu melalui berbagai proses untuk bisa diberikan kepada penyitas Covid-19 atau orang yang positif Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19, dr Yusman Faisal mengatakan, plasma darah bisa diistilahkan sebagai obat.

“Plasma darah itu kita istilahkan sebagai obat dan vaksin sebagai pencegahan,” ujarnya.

Proses yang harus dilalui agar bisa menjadi obat, pertama plasma darah diambil dari orang yang pernah positif dan sembuh. Selama kurun waktu kurang lebih dua minggu dan maksimal satu bulan, orang yang sembuh dari Covid-19 bisa mendonorkan plasma darahnya.

“Diambilnya itu dua mingguan setelah sembuh atau satu bulan dan diolah terlebih dahulu sebelum disuntikan,”paparnya.

Pada waktu tersebut, antibodi tengah dalam kondisi yang baik dan bagus. Sehingga dirasa tepat untuk didonorkan sebagai obat.

“Kalau lebih dari waktu tersebut itu tidak bisa didonorkan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kriteria penerima pun tidak bisa sembarangan atau hanya orang-orang tertentu saja seperti orang yang memiliki sakit kritis dengan risiko tingkat kematian tinggi.

“Kriteria penerima plasma sakit yang kritis, sementara sakit ringan tidak diberikan. Karena tingkat kematian orang yang memiliki sakit kritis sangat tinggi, sehingga menjadi prioritas,” tutupnya.

(kim)