Kang Pipit ‘Preman Pensiun’ Meninggal Akibat Pecah Pembuluh Darah

Kang Pipit ‘Preman Pensiun’

RADARCIANJUR.com – Ica Naga, pemeran Kang Pipit atau Firmansyah Pitra dalam sinetron Preman Pensiun meninggal, Jumat (29/1) sore sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Muhammadiyah, Bandung, Jawa Barat. Hasil diagnosa terakhir menyatakan Kang Pipit meninggal akibat pecah pembuluh darah.

Hal itu diungkapkan Erwin, sahabat dekat yang sering mengantarkan Kang Pipit berobat ke rumah sakit beberapa waktu belakang. Dia mengatakan, Kang Pipit dilarikan ke rumah sakit tadi siang akibat kondisi kesehatannya menurun.

“Sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung meninggalnya. Hasil terakhir lab menyatakan pecah pembuluh darah dari jantung,” tutur Erwin kepada JawaPos.com Jumat (29/1).

Tadi siang Kang Pipit mengeluhkan sakit di bagian dada. Dia juga sempat muntah.

Tidak lama setelah itu Kang Pipit kehilangan kesadaran. Erwin mengatakan, lelaki berusia 59 tahun itu kemukinan mengalami komplikasi penyakit.

“Kemungkinan sih komplikasi. Penyakit awalnya jantung, hasil lab ada liver sama ginjal dan terakhir asam lambung tinggi,” tuturnya.

Saat awal jatuh sakit, Kang Pipit sempat didiagnosa oleh dokter menderita penyakit jantung. Setelah diberi obat kondisinya pulih dan bisa beraktivitas lagi seperti biasa.

“Tapi sempat ngeluh sakit lagi. Saya bawa ke dokter karena seluruh badannya bengkak. Setelah dikasih obat, badannya agak mendingan tapi kakinya tetap bengkak,” katanya.

Dokter yang memeriksa Kang Pipit kemudian memintanya untuk melakukan cek laboratorium. Dokter menduga liver dan ginjalnya bermasalah.

“Akhirnya dicek lab dan ternyata betul liver sama ginjalnya kena,” ujarnya.

Erwin menambahkan, usai mengetahui ginjal dan livernya bermasalah, Kang Pipit tidak lantas melakukan pengobatan medis. Dia malah menerima masukan dari orang untuk menggunakan ramuan herbal.

“Dua minggu belakangan saya ketemu beliau di sebuah acara. Dia bilang kayaknya saya mau kontrol ke dokter kemarin, (rasanya) nggak enak perut, sesak lagi,” tutur Erwin.

Ketika melakukan pemeriksaan ke dokter, Kang Pipit didiagnosa asam lambung tinggi. Dokter pun meresepkan obat untuk empat hari.

Setelah obatnya habis dokter meminta Kang Pipit menebus obatnya lagi untuk 4 hari ke depan. Namun Kang Pipit terlambat menebus obatnya. Kamis kemarin Kang Pipit mengeluhkan perutnya semakin membesar.

“Lepas Jumatan, asistennya kasih info Kang Pipit masuk rumah sakit. Dan sekitar pukul 15.00 WIB beliau sudah nggak ada,” pungkas Erwin.(jpc)