Niat Beli Gawai, Pedagang Ini Malah Disekap di Sawah

ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Modus kejahatan baru terjadi di Kabupaten Cianjur yang menimpa salah satu pedagang. Bukan satu orang. Diduga pelaku melakukan aksinya secara berkomplotan.

Korban yang enggan disebutkan namanya menuturkan, kejadian berawal salah satu tetangganya memberikan informasi bahwa ada yang ingin menjual telepon genggam atau gawai untuk keperluan pulang kampung ke Kecamatan Cidaun.

Harga yang ditawarkan sekitar Rp1,2 juta. Korban pun melakukan negosiasi dengan tetangganya dengan harga kurang lebih Rp800 ribu. Setelah disepakati, dirinya membawa tersangka ke tempat berdagangnya. Namun tersangka meminta harga Rp2 juta, akan tetapi korban menolak dikarenakan tidak ada uang lebih dari kesepakatan sebelumnya.

“Pertama sekitar Rp1,2 juta, saya bilang cuma ada 800 ribu. Akhirnya tetangga saya membawa yang punya hp dan minta dua juta. Karena tidak ada kelengkapan dan juga kunci hpnya itu gak bisa dibuka bilangnya dimainin anaknya, saya tetep minta segitu,” ujar korban.

Tersangka pun menjanjikan akan membawa kelengkapan gawai yang dijualnya. Lanjut korban, satu hari pasca kejadian tersebut. Tersangka datang dengan kondisi diikat. Salah satu tersangka lainnya mengaku sebagai anggota kepolisian dan menuduh korban sebagai penadah.

Salah satu tersangka pun memaksa korban untuk ikut, namun korban sempat berontak dengan tindakan tersangka yang memaksa. Sempat terjadi cek cok antara korban dan tersangka, akhirnya korban pun menuruti tersangka.

“Ngakunya anggota polisi dan saya bilangnya mau dibawa ke kantor polisi. Ya saya ikut aja, karena kalau diliat dari postur tubuhnya kayak anggota. Beberapa warga juga banyak yang liat, tapi enggak berani nyamperin,” tuturnya.

Bukan dibawa ke kantor polisi, korban dibawa tersangka ke area pesawahan di Desa Rancagoong dan diikat di tiang telepon. Meski sempat berontak, korban ditodongkan sebilah pisau. Tersangka melakukan penggeledahan terhadap korban dan membawa ponsel yang dimiliki korban.

“Yang dibawa hp saya yang lain, bukan yang dibeli waktu itu. Di dompet juga gak ada uangnya. Saya pun ditinggal. Setelah mereka pergi, baru saya coba melepaskan diri,” paparnya.

Dirinya pun langsung melakukan pelaporan tersebut kepada pihak berwajib agar daapt ditindaklanjuti kasus yang menimpanya.

Sementara itu, Kapolsek Cianjur Kota, AKP Ahmad Suprijatna membenarkan pelaporan korban mengenai kasus tersebut.

“Benar. Saat ini tengha kita lakukan pendalaman dan beberapa saksi sudah kita periksa,” jelasnya.

Pihaknya pun meminta kepada semua masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan jual beli yang tidak jelas seperti kejadian tersebut.

“Jangan karena kasihan kita tidak sampai waspada, tetap harus ditelusuri dulu benar atau tidaknya. Ini kemungkinan modus baru,” tutupnya. (kim)